Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang kita Bercerita

Mengenal Sang Arsitek Lambang Negara

Sunardi Isur · Pengajar ☕
·

SULTAN HAMID II
Sang Perancang Lambang Garuda Pancasila


     Sebagian dari kita akan tahu jika ditanya siapa pencipta lagu Indonesia Raya, pengetik teks proklamasi, penjahit Bendera Merah Putih, dan perumus Pancasila pada masa awal kemerdekaan Indonesia, karena semua itu pernah kita pelajari di buku pelajaran sekolah. Namun siapa yang pernah tahu dibalik perancang lambang negara Indonesia ? jika ditanyakan apa landasan negara kita dan lambangnya, tentu sebagian besar masyarakat bisa menjawabnya. Ada sosok yang jarang dikenal dalam sejarah kemerdekaan Negara Indonesia, seorang tokoh dibalik rancangan lambang Negara Indonesia berupa burung garuda dengan simbol-simbol didalamnya. Burung garuda yang menjadikan lambang negara kita sebagai suatu kebanggaan di mata dunia, sebuah simbol yang menunjukan betapa luhurnyanilai-nilai dan jati diri bangsa Indonesia.



    

 Syarif Abdul Hamid Al Qadri atau Abdul Hamid Al-qadri atau Sultan Hamid II namanya sekilas mirip dengan dua tokoh besar lainnya yaitu Abdul Hamid Algadri yang ikut berkontribusi dalam kemerdekaan Indonesia terutama dalam perjanjian Linggarjati, Renville, dan Konferensi Meja Bundar (KMB) juga seorang kakek kandung dari Nadiem Makarim yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional dan Abdul Hamid II yang pernah memimpin Turki Ottoman di masa nya. Sultan Hamid II adalah Perancang lambang garuda, yang lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Juli 1913 – meninggal di Jakarta, 30 Maret 1978 pada umur 64 tahun. Sultan Hamid II merupakan putra sulung ke-6 dari Sultan Pontianak yaitu Sultan Syarif Muhammad Al Qadri. Abdul Hamid Al Qadri pernah menjabat sebagai Menteri dalam Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) dibawah Presiden Soekarno.

         Ketika Indonesia di Proklamirkan 17 Agustus 1945, dengan segala kondisi yang ada, belum memiliki lambang negara. Hal ini berlangsung hingga akhir Desember 1945, pasca Konferensi Meja Bundar. Bung Karno Akhirnya mengutus Sultan Hamid Al Qadri II sebagai ketua Perancangnya. Tidak ketinggalan pula beberapa tokoh Nasional antara lain Mr. Muhammad Yamin, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mr. Mohammad Natsir, dan R. M. Ngabehi Poerbatjaraka juga mengajukan rancangan tersebut. Namun, dari beberapa rancangan, akhirnya rancangan dari Sultan Hamid II lah yang disetujui. Lambang yang dirancang oleh Sultan Hamid II mendapat usulan perbaikan dari Bung Karno, yakni kepalanya menjadi berjambul dan Cengkeramannya ke depan. Juga Pita yang awalnya merah putih menjadi pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang Negara yang telah disetujui bersama ini akhirnya dilukis oleh pelukis Istana Negara, bernama Dullah, hingga jadilah Lambang Garuda Pancasila seperti yang kita kenal saat ini.

         Namun sayang sekali, dalam perjalanan karir politiknya memiliki banyak perdebatan. Beliau dituduh bersekutu dengan Westerleing dalam rencana penyerangan Sidang Dewan Menteri RIS, sehingga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Setelah itu, nama beliau hampir tidak pernah disebutkan dalam sejarah lagi.

Posting Komentar untuk "Mengenal Sang Arsitek Lambang Negara"

๐ŸŸข WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
๐Ÿ”” Artikel selesai dibaca