Kok bisa hanyut ? sedalam itu kah laut nya.
jadi gini, ..bukan 100 halaman terakhir, pokoknya sisa seratus lima puluhan an halaman akhir.👻
Mas Laut, si tokoh utama
Mas laut itu seorang tokoh pejuang dalam organisasi winatra dan wirasena, semacam wadah bagi Aktivis yang mendiskusikan buku-buku terlarang dan pergerakan menuntut keadilan. jadi makna buku terlarang disini seperti buku-buku yang dicap"kiri" yang dilarang peredaran nya pada masa Orde Baru.
Novel ini mengisahkan perjuangan mas laut dalam gerakan bawah tanah nya bersama rekan-rekan aktvitis lainnya yang kemudian di culik dan dibawa ke suatu tempat penyiksaan rahasia yang akhir nya dibuang ke laut. latar tempat pada novel ini yaitu : Jakarta, Solo, Yogyakarta, Blangguan, dan Pulau Seribu.
Novel ini tuh, ceritain tentang perjuangan para mahasiswa, penyiksaan, dan penghianatan. Bonus - ada kisah cinta nya juga.
Salah Satu adegan Perjuangan.
diantara cerita yang masih saya ingat, perjuangan mereka di blangguan - untuk melawan pemerintah yang merampas tanah para petani jagung dengan cara menanam jagung sebagai bentuk perlawanan. Mereka memobilisasi pergerakan secara sistematis berpacu dengan pengintaian intelijen yang terus membuntuti mereka. Menurut saya seru sih dibagian ini memicu adrenalin.
Suasana nya cukup mencekam, karena mereka harus bersembunyi dirumah-rumah warga dalam keadaan gelap gulita dari patroli intelijen yang memeriksa setiap rumah warga. Aksi mereka tersebut akhirnya harus membawa mereka keluar dari kampung tersebut dengan cara merangkak,di tanah yang basah, dan saat hujan deras. plot nya kaya cerita-cerita escaping gitu.
ya ujung-ujung nya mereka ditangkap di salah satu tempat (kasih tahu gak ya..) hingga mereka diintimidasi, disiksa, dan disetrum. ngeri pokok nya.
Penangkapan terhadap mereka setelah aksi blangguan, sebenarnya permulaan penyiksaan di tempat tersembunyi oleh inteligen.
bayangin aja nih mereka yang ditangkap, disiksa dimasukan ke dalam ruangan yang sangat gelap, dipisah satu per satu dalam kerangkeng, hingga adegan mas laut disuruh berbaring di balok es dalam keadaan tidak berpakaian kemudian ditunjukin semut ganas untuk menggigit kedua mata nya.
and then.., mereka dimasukan ke dalam tong, lalu dibuang di......(biar penasaran - baca saja ya buku nya).
apakah setelah itu selesai ?, justru kisah lainnya baru dimulai..
Hal lain yang menarik dari novel ini kemampuannya membangkitkan empati manusia atas penderitaan bukan hanya pada tokoh yang diculik tapi keluarga mereka juga.
Ada sisi kemanusiaan yang bisa membuka mata kita atas ketidakadilan di dunia yang mereka alami, tentang orang-orang yang hilang, air mata kedua orang tua yang tak pernah kering karena mereka tidak tahu dimana dan bagaimana kondisi anak nya.
Dunia penyangkalan.
dari buku ini saya mendapat istilah baru "Dunia Penyangkalan", umpama nya seperti hidup dalam kepompong diri kita sendiri, terjebak dalam ilusi penyangkalan mengenai fakta kehidupan yang tidak kita inginkan - kita lebih memilih membayangkan hidup dalam imajinasi yang penuh angan-angan.
setelah kejadian ditenggelamkan nya aktivitis ke laut, we know where that's happen..
orang tua dari anak-anak yang hilang berkumpul membentuk suatu komunitas perjuangan dan pergerakan menuntut keadilan pada pemerintah mengenai nasib anak-anak nya yang tidak tahu keberadaan nya. Hal itu terinspirasi dari Mades Plaza de Mayo (Ibu-ibu plaza de Mayo) Argentina yang menuntut kejelasan mengenai nasib keberadaan anak-anak nya dan meminta pemerintah bertanggung jawab.
Apa yang membuat saya hanyut setelah kepergian mas laut ?
Asmara Jati, adik dari Mas Laut yang kini sudah menjadi dokter sekaligus pacar Alex.
Alex sendiri pernah disekap bersamaan dengan mas laut yang kemudian dipulangkan. Asmara Jati berjuang bukan hanya untuk kaka nya tapi untuk menghibur kedua orang tua nya, terbayang dalam wajah kedua orang tua nya setiap kali menghidangkan masakan selalu menyisakan satu piring seolah-olah mas laut pasti akan pulang.
mereka tidak percaya bahwa mas laut hilang, mereka percaya dengan ilusi mereka - kedua orang tua mas laut, bahwa mas laut masih hidup meskipun bertahun-tahun belum ada kabar, itu lah dunia penyangkalan yang dirasakan dalam kesedihan asmara jati.
Kasih Kinanti - pacar mas laut mengalami depresi, stress, hingga lupa mengurus diri. beberapa orang tua dengan kondisi guncangan jiwa yang sama karena ketidakpercayaan atas kondisi anak-anaknya, mereka melakukan pertemuan rutin seperti aksi Kamisan yang akhirnya masih berlaku hingga sekarang.
.....
jadi itulah yang membuat saya hanyut dalam kondisi duka para keluarga korban, coba deh bayangin seorang ibu yang tidak pernah lagi melihat wajah anak nya karena dihilangkan, tetapi mereka ibu-ibu yang kuat bersatu memperjuangkan keadilan sebagaimana idealisme anak-anaknya yang tidak mati dalam perjuangan.
150 halaman terakhir selesai, biar cepet-cepet balikin novel nya. maklum pinjam dari siswa. 😅
Catatan :
Novel ini menurut saya kategori berat, kalau kita tidak terbiasa dengan plot maju-mundur. setiap kali ada penyiksaan, pasti flashback. hehe

Posting Komentar untuk "LAUT BERCERITA"