Kekuatan terbesar manusia bukanlah kecerdasan
apa kekuatan itu ?
ada satu pernyataan menarik dari pendiri sekaligus CEO Nvidia bernama Jensen Huang. pernyataan tersebut memantik saya untuk mereview buku ini,
buku yang sudah lama tidak saya baca, tapi isi nya cukup "deep and valuable", begitu menurut bahasa anak sekarang.
......
Buku ini berjudul "Awake the Giant within", coba apa artinya...
next, buku ini membahas konsep dasar perubahan dalam diri manusia dengan cara yang masih familiar, seperti teori konsep perubahan dalam 21 hari.
buku ini membahas panduan perubahan dari yang small menuju potensi maksimall.
(maaf ya kalo ejaan kata nya dipaksakan :)
Buku ini menyampaikan tentang potensi kekuatan yang menopang kehidupan manusia sejak zaman berburu hingga sekarang. apa itu ?
bayangkan, jika kita terus menerus makan coklat kesukaan kita sesering mungkin hingga pada titik dimana kita ingin memuntahkan nya kembali karena rasa eneg' atau rasa nikmat yang melewati batas. begitu pun saat cuek terhadap kesehatan karena kecanduan makanan junkfood atau minuman bersoda, hingga pada titik jatuh sakit sampai merasakan efek tidak menyenangkan pada tubuh, bahkan membuat kita kapok untuk tidak melakukan kebiasaan yang merusak kesehatan.
Hal lainnya bisa terjadi, pada kasus saat manusia cenderung menghabiskan pendapatan untuk membeli barang-barang sekedar menghibur diri atau ketika tidak mampu mengontrol diri saat harus membeli barang-barang memanjakan mata.
pola kekuatan ini juga terlihat - mengapa kita cenderung menghabiskan uang yang tersisa sedikit, kita lebih memilih membeli makanan enak dibanding menyisakan sedikti uang untuk menabung, hanya karena lebih peduli pada sensasi "kepuasan".
sudah tergambarkan ? kekuatan yang mengontrol perilaku kehidupan kita sebagai manusia, mengenai kekuatan yang mendorong dan menarik perilaku kita.
Kekuatan itu merupakan "Rasa Sakit dan Rasa Senang". dua kekuatan tersebut menciptakan efek prilaku yang tidak kita sadari, karena dengan nya kita lebih cepat mencapai tujuan yang diinginkan ataupun menghindari sesuatu yang membahayakan.
.......
Dalam Konteks Belajar.
disiplin diri selalu menjadi jawaban yang praktis dari pada sekedar motivasi retoris. disiplin diri tidak berbicara apakah ini menyenangkan atau menyakitkan saat melakukan sesuatu. disiplin diri menyatakan bahwa melakukan sesuatu secara konsisten dapat mempercepat kearah tujuan atau menempatkan diri lebih dekat pada sasaran.
seperti, jika saya harus nunggu mood untuk menulis maka saya tidak akan pernah menulis lebih banyak. walaupun itu yang sering terjadi hehe.
Mengapa kita tidak suka belajar, mengerjakan tugas, ataupun latihan secara rutin ?
karena belajar selalu disikapi sebagai proses aktivitas yang melelahkan otak sehingga rasa lelah memberikan makna "rasa sakit" dalam mental pikiran, karena nya membuat seseorang tidak betah berlama-lama dalam belajar.
Begitu pun saat latihan yang melibatkan kegiatan fisik akan menimbulkan rasa nyeri pada otot jika belum terbiasa, sehingga kemampuan seseorang menahan rasa nyeri fisik diuji jika ia mampu bertahan. Sebenarnya rasa nyeri pada otot tersebut bentuk penyesuaian tubuh agar lebih kuat menanggung beban yang lebih besar jika bisa melewati latihan nya dengan baik.
proses belajar dan latihan disini bisa diartikan setiap usaha yang menjadikan seseorang bisa lebih baik. Jika seseorang memang benar-benar ingin mencapai perubahan yang lebih baik maka ia harus menahan diri dari kebiasaan-kebiasan yang buruk.
Jika ingin hidup sehat tentunya harus sering memilih air putih dibanding air soda. jika kita ingin berhasil, maka pilihlah waktu untuk belajar dibanding main game. secara teori kita bisa menilai mana yang bermanfaat bagi kesehatan dan masa depan. pada praktiknya reaksi atas emosi membawa pada pilihan yang lebih "menyenangkan" bukan "menguntungkan".
.........
Kekuatan terbesar manusia adalah menahan rasa sakit dan Penderitaan.
Jensen Huang sebagai CEO Nvidia mengatakan keberhasilan Nvidia yang didirikan nya hingga bernilai milyaran dollar AS justru kemampuan dirinya tetap bertahan dari setiap kegagalan dan hambatan yang dialami nya. Saat orang lain memilih pergi dan meninggalkan perusahaan serta ketidakpastian masa depan yang belum secanggih teknologi sekarang ia bertahan puluhan tahun hingga menjadikan dia sebagai salah satu CEO terkaya di dunia.
kekuatan terbesar manusia bukanlah pada kecerdasan melainkan kemampuannya menahan diri dari rasa sakti dan penderitaan.
sejenak kalimat itu menampar realita, hal ini menunjukan bahwa kecerdasan bukanlah faktor utama keberhasilan melainkan semangat bertahan untuk tetap terpuruk saat gagal atau menderita berproses saat hasilnya belum kelihatan.
kita gagal dalam ujian lalu menyerah dan tidak mau belajar hanya karena perlu waktu yang lebih panjang lagi untuk berproses sampai hasil itu bisa didapatkan. kebosanan, badmood, kelelahan sering memicu hambatan dalam berproses.
jika kita berfokus pada banyaknya hambatan tanpa melihat kegembiraan sampai di titik puncak keberhasilan, maka kita akan banyak berhenti dan menolak melanjutkan langkah perjalanan.
......
Mengelola Sumber Kekuatan
Justru, rasa sakit dan penderitaan bisa menjadikan kekuatan yang menggerakan langkah manusia ntah pada perubahan diri nya atau perubahan untuk orang lain.
Saat tubuh nyeri atau perasaan sakit itu bisa dimaknai penderitaan, saat gagal juara perlombaan itu juga menyakitkan. Punya sedikit uang disaat banyak kebutuhan hal itu bukan kondisi yang menyenangkan, hehe.
Jadikan rasa sakit yang pernah dialami sebagai motivasi untuk menghindar agar tidak mengulanginya lagi. saat kita gelisah karena punya hutang maka jadikan alasan hal tersebut untuk diingat agar memiliki mental tidak mudah berhutang, saat kita belum berhasil dan gagal maka jadikan ambisi untuk membuktikan bahwa kita bisa mendapat keberhasilan yang lebih baik.
maka kemampuan manusia untuk mengelola rasa sakit ataupun memahami bahwa penderitaan itu sementara dapat menguatkan manusia dalam melewati setiap proses menuju keberhasilan.

Posting Komentar untuk "Awaken The Giant Within"