Betapa sibuk nya kita mencari sesuatu demi kepuasan hidup semata, ntah itu mencari 'rezeki', mencari penghidupan, memenuhi kebutuhan, ataupun sekedar menghindari arti 'pengangguran'.
seringkali hidup itu tak pernah cukup, jika yang dicari makna kepuasan semata, namun akan terasa berarti manakala sesuatu yang sudah kita cari, dijaga, dan disyukuri.
setiap hari kita berangkat pulang pergi kerja duduk diatas roda-roda transportasi, ban berjalan melintasi waktu kehidupan yang habis demi pekerjaan, seolah memang dunia harus dikejar dan diupayakan.
duduk santai melihat-lihat barang online, menarik mata mengundang selera, tentang seharusnya yang tidak kita pikir akan dibeli, bukan karena fungsi, tapi karena itu dipandang menaikan gengsi atau bahkan karena sekedar promosi.
apa yang sebenarnya kita cari ? kebutuhan, status sosial, penghargaan, ataupun kesejahteraan. semua itu dapat memberi makna hidup yang bila didapatkan tercapai lah apa yang kita pikir sebagai kemakmuran. namun semua itu memerlukan pengorbanan, jika kebutuhan-kebutuhan itu sudah dicapai dapatkah kita berhenti sejenak, untuk melihat hasil usaha yang dikumpulkan, dinikmaati, tanpa harus membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik lagi.
rasa nya jika memenuhi setiap keinginan, gengsi, dan rasa puas diri, hanya membuat kita lelah, menjalani hidup berputar-putar diatas roda fantasi. hidup tak akan pernah cukup bila harus melanjutkan demi gengsi, status, dan rasa puas diri. sejenak kita perlu berpikir bahwa adakalanya kita merasa cukup, berhenti, dan memprioritaskan hal-hal yang berarti.
ada masa nya bahwa sesuatu akan berkurang kadar kualitas nya seperi barang, pujian, dan permainan. semua yang kita anggap bergengsi pada akhirnya hanya fantasi yang belum dimiliki. ketika semua hal sudah menjadi milik kita akan menjadi sesuatu yang usang karena nilainya berkurang.
Jika kita mau mengushakan hal berarti, kejarlah sesuatu yang abadi, seperti ilmu, pengetahuan, keterampilan, relasi, karakter, dan kebaikan. semua itu perlu diupayakan, jika semua itu dapat dimiliki tentunya nilai nya abadi dan dapat meningkatkan kualitas diri. hal ini berbeda dengan kepemilikan harta, status sosial, jabatan, pekerjaan, sewaktu-waktu akan habis masa nya dan berkurang pandangan orang atas nilai yang melekat pada diri.
Maka, pikirkanlah...
Mengapa kita rela mencari uang sebelum kita menghabiskan waktu dalam pekerjaan. pikirkanlah apa yang benar-benar kita dapatkan jika waktu habis hanya demi sebuah game/permainan. apakah kita siap menerima kehilangan suatu harta atas apa yang benar-benar kita usahakan. pikirkanlah kerelaan kita atas waktu yang diberikan kepada banyak orang jika yang diharapkan hanyalah suatu ketenaran. pikirkanlah apa yang sebenarnya diupayakan dari suatu hubungan jika kedua pihak tidak sama-sama memperjuangkan. Jika semua itu dapat terjawab, maka kita siap dan rela melakukan pengorbanan.
ada waktu untuk berhenti sejenak, mengapa kita rela melakukan semua ini ? apakah demi fantasi atau sesuatu yang bernilai abadi.Pikirkanlah, ada waktu nya berhenti lalu berkata, ini sudah cukup.
Posting Komentar untuk "Ada Waktu nya berhenti lalu berkata "Cukup""