Waktu SD saya ingin buru-buru menjejakan kaki di bangku SMP, saat SMP pun saya ingin buru-buru SMA, setelah SMA saya ingin buru-buru bisa kerja.
saya pikir dunia pikiran manusia hampir semua nya seperti itu, saat anak-anak kita melihat kehidupan orang dewasa jauh lebih indah, romantis, dan bisa memiliki segala sesuatu dengan usaha sendiri.
....
Kita selalu ingin cepat selesai dari satu waktu ke waktu yang lain. kita memandang bahwa waktu yang akan datang berisi fantasi hidup yang indah, seperti pertemuan dengan seseorang, nonton konser, nonton olahrga, pesta, liburan, dan event yang membangkitkan bonus kebahagiaan dalam diri jika kita benar-benar mengalami nya.
Kita memandang masa yang datang itu akan indah, lebih baik, dan lebih membahagiakan. kita duduk menunggu waktu itu datang sambil berharap ruang kenyataan yang akan datang juga sesuai dengan fantasi dalam pikiran. kenyataan tidak selalu sesuai harapan, bahkan seringkali mengecewakan. bahkan, kita melihat apa yang ada dibelakang, waktu yang telah kita lewati, momen yang tidak terulang, seolah sesuatu yang jauh lebih berarti dibandingkan apa yang kita nanti-nanti.
.......
Kebahagiaan mu ada pada saat ini.
bayangkan kita duduk sambil menarik nafas, di kamar, di ruang kerja, atau di ruang terbukan. pandanglah sekitar dengan fokus, tenang, dan penuh perhatian. jika kita mau, kita bisa melihat dan memperhatikan apa yang terjadi di sekitar. melihat barang pribadi yang masih bisa kita miliki, jarum jam yang berdetak, kondisi cuaca di balik jendela, atau kita melihat nya diluar dengan perasaan antusias. melihat sekeliling rumah, tanaman hijau dengan warna bunga yang indah, orang-orang yang berjalan, aliran udara yang hangat, awan-awan yang menggantung di langit yang cerah,.
jika pun hujan kita bisa merasakan aroma tanah terkena tetesan dingin hujan, rasakan kelembapan gemercik air emenyentuh kulit, atau kita bisa melihatnya jatuh berayun-ayun diantara dedaunan, kita bisa merasakan apa yang mau kita fokuskan, karena indera kita tidak hanya bereaksi atas respon otak, tetapi juga otak menciptakan kondisi energi sesuai dengan fokus indera-indera tubuh kita, jika mata melihat pemandangan yang indah, bukankah akan menciptakan emosi positif dalam diri ?
hal tersebut menciptakan kondisi jiwa yang lebih tenang, fokus, dan pikiran yang lebih melambat. emosi lebih stabil karena ia juga berkaitan dengan cara otak menerima rangsangan dari luar.
........
Sekarang dimana kita hidup ? disanalah kita bisa fokus pada hal-hal baik untuk menciptakan kondisi jiwa yang tenang, tidak terburu-buru, dan pikiran yang penuh. tentu saja, bukan berarti kita selektif atas fakta yang terjadi lalu menyesuaikan dengan selera kita, ini hanyalah cara menciptakan makna diri atas apa yang terjadi. biasanya saat tenang, hening, dan sadar selalu muncul ide, gagasan, dan solusi atas kehidupan.
Teringat sebuah cerita, terlepas ini benar. Setelah Revolusi Prancis, ada dua orang dipenjara di Bastille. yang satu selalu tampak sedih dan murung karena ia hanya melihat ruang yang gelap, tanah, dan jeruji besi. sedangkan yang satu selalu tampak lebih ceria karena ia memandang ruang dibaliknya yang lebih luas, aliran udara yang jernih, dan sesekali bisa melihat langit yang luas. cerita ini seperti nya fiktif, tapi cukup bagus dalam menggambarkan bahwa proyeksi kita menentukan emosi kita atas kehidupan.
.....
saat menulis, mengetik, saya menemukan kebahagiaan tersendiri, bahkan lebih membahagiakan daripada sekedar duduk santai saat membaca, saya melihat diri saya fokus, melambat, hadir seutuhnya, merasakan setiap waktu berlalu tanpa mengundang kesedihan, karena saya telah memenuhi ruang makna saat ini dengan hal yang saya anggap "positif".
karena itu, saya memerlukan ruang yang lebih jernih, memberi waktu khusus untuk tidak menggunakan gawai, memfilter informasi atau konten yang tidak bermutu, jika pun tidak kembali ke alam adalah pelarian, karena saat itulah saya bisa merasakan kehadiran yang utuh dan jernih.
......
Sadari Waktu mu.
ini pesan saya, sadari waktu kita, waktu ku dan waktu mu, semua nya akan berlalu. Kebahagiaan dan kesedihan sebagai satu paket kehidupan.
ingatlah ini, saat dalam momen kegembiraan bisa berganti menjadi kesedihan, saat kesedihan pun akan berganti menjadi momen kegembiraan. sewajarnya saja, hentikan penafsiran berlebihan atas suatu kejadian diluar kendali kita, fokuslah apa yang bisa kita perbaiki agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
semua ada waktu nya, setiap masa ada orang nya, setiap orang ada masa nya.
jangan terburu-buru untuk menanti masa depan sementara kita telah banyak menjual waktu yang dimiliki saat ini hanya untuk membeli yang nanti. yang dinanti belum terjadi, bahkan belum sempat kita miliki.
seperti sebuah nasehat,
Ciptakan momen-momen mu menjadi suatu kegembiraan karena ia tidak selalu datang kepada mu, melainkan datang dari dalam diri mu.
eaak 👻
Posting Komentar untuk "Menikmati Momen"