Saya percaya, dimana kita dilahirkan, di lingkungan seperti apa dibesarkan, dan pendidikan seperti apa yang didapatkan, itu dapat membentuk cara kita memandang kehidupan.
karena dari sanalah kita belajar, menyerap informasi, mengasah naluri, dan mengambil identitas cara menjalani kehidupan.
.....
apa yang manusia jalani tentu berkaitan dengan serangkaian peristiwa dan alur kompleks yang tidak bisa sepenuhnya dipahami oleh akal itu sendiri. tidak semua peristiwa dapat kita pahami langsung melalui nalar yang terbatas, bahkan seringkali kita memahmi peristiwa kehidupan berdasar asumsi-asumsi yang dibuat sendiri.
kita tidak bisa kembali untuk memulai dari awal kehidupan seperti apa yang ingin dijalani, tetapi kita bisa menentukan arah kehidupan yang dituju. tidak ada yang bisa mengubah takdir yang sudah ditentukan, seperti kelahiran, keluarga, dan kondisi peristiwa saat kita memulai awal-awal kehidupan. sebagian tumbuh hebat karena mendapat privilage, pendidikan, parenting yang baik dari keluarga, sebagian tumbuh kuat karena hidup dengan batasan dan kekurangan.
......
Lalu apa yang membentuk sebuah nasib
Jika kita melihat seseorang kaya raya karena atas hasil jerih payah, usaha, dan doa tentu nya itu merupakan kombinasi keberuntungan dan kerja keras. ada banyak definisi keberhasilan sesuai pencapaian yang ingin dialami oleh orang-orang. pastinya, setiap orang jika harus memilih maka ia memilih nasib kehidupan yang baik.
kehidupan yang baik tidak sepenuh nya pencapaian materi, ada beragam faktor seperti spiritualitas, mental pikiran, karakter, perasaan, kesehatan, identitas, dan kebutuhan yang tercukupi. semua itu variabel dari sekian makna kehidupan yang dianggap baik. itu pun bersifat relatif, meskipun pada umumnya manusia harus melewati tahapan pemenuhan kebutuhan seperti yang digambarkan piramdia maslow, yaitu : fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. kabar baiknya, semua itu diusahakan.
......
Bagaimana cara kita mendapatkan kehidupan yang baik ?
tentu saja berbeda-beda, semua bergantung pada tujuan masing-masing, bahkan seiring waktu, tujuan dan hasrat pemenuhan ambisi manusia terus berubah bahkan semakin tinggi.
secara logikan kehidupan yang baik berarti kita tidak menginginkan kehidupan yang buruk terjadi, meskipun akan selalu dialami. pastikan kita tidak mengundang tragedi kehidupan yang buruk terjadi oleh perbuatan kita sendiri. setiap perbuatan mengandung resiko yang bisa dirasakan dampaknya langsung atau jangka panjang. meskipun menghindari kehidupan yang buruk, tidak bermutu, tidak berfaedah sulit dihindari bukan berarti tidak bisa ditinggalkan. selayaknya kehidupan yang baik selalu diupayakan.
Biasanya manusia memiliki masa emas, seperti kesehatan yang prima, keuangan yang mencukupi, momen liburan, hubungan yang sehat, waktu luang, masa muda, pekerjaan yang layak, ruang komunitas, dan saat ide-ide pikiran bermunculan. jika itu dimanfaatkan dengan baik, maka itu bisa menjadi investasi berharga bagi karir, relasi, dan citra diri.
Seperti darimana kita berasal dan dibesarkan, dilingkungan dan pendidikan seperti apa yang telah didapatkan itu semua membentuk identitas diri, sehingga menggambarkan citra diri yang orang lain juga lihat pada kita. jika kita mau memanfaatkan masa emas tersebut, kita bisa mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.
.........
Tinggalkan hal-hal yang merugikan mu.
sepakat, semua orang tahu apa yang akan merugikan nya, baik secara fisik, mental, ataupun hubungan sosial. seringkali perbuatan yang dilakukan nya tidak sejalan dengan pilihan murni nya, tersamar pilihan-pilihan palsu yang dianggap bahwa itu sesuatu yang otentik dalam diri nya. pada dasarnya semua orang menginginkan untuk belajar dalam bentuk apapun seringkali lingkungan merusaknya, maka ia terbawa arus. para remaja sadar akan kesehatan baik fisik, mental, dan moral pada bahaya merokok, kecanduan game/PMO, dan zina, seringkali hal itu mendorong pada sesuaut yang bisa merugikan dirinya di masa depan. Bukan kita tidak mau menuju kehidupan yang lebih baik, seringkali bingung bagaimana cara memulai atau konsisten dalam menjalani nya.
Manusia diberi akal dan kemampu ikhtiar (usaha) sehingga ia bisa memilih cara ia menjalani kehidupan nya. Jika diberi pilihan antara waktu belajar atau bermain game, maka pilihlah belajar. jika keinginan main game jika itu tidak memberi faedah/merugikan mental maka tinggalkan, alihkan dengan hal-hal positif seperti sosialiasi, pergi ke komunitas, ataupun olahraga. orang-orang dewasa cenderung terobsesi menghindari stress dengan cara-cara merusak, seperti alkohol, bermain wanita, berjudi, bahkan korupsi. jika obsesi itu tidak dihindari maka hanya akan merusak diri sendiri - artinya mengundang resiko nasib buruk yang akan menimpa nya. sudah bukan hal aneh jika melihat politisi, pejabat, orang kaya baru (OKB) jika melakukan hal-hal seperti itu akan merusak karir dan memberi citra buruk di masyarakat.
..........
Pilih apa yang mentramkan mu.
Pilhan-pilihan tidak selalu berkaitan dengan mudah atau pun sulit dalam menjalani nya. semua itu perlu dilihat pada muara hati, apakah mentramkan atau menggelisahkan. hati manusia seperti alarm, ia tahu apa yang selaras dengan tujuan asli, mana yang bisa menggelisahkan hati.
Jika saya harus mengutip sebuah nasehat:
"Jika kamu dihadapkan dua pilihan, maka pilihlah yang kamu anggap berat bagi nafsu -mu, karena dibalik itu ada ketenangan hati setelah melakukan nya"
nah, maksud dari pilihan asli itu, pilihan yang tidak didasarkan oleh nafsu. seringkali nafsu memilih sesuatu hanya kepuasan semata, tidak berdasarkan atas kejernihan hati dan pertimbangan akal sehat.
Belajar membuat mu lelah, tetapi mengambil pilihan itu dapat membuat masa depan mu cerah. Bermain game secara terus menerus memang membuat kita senang, tapi ada rasa bermasalah atas banyak waktu yang terbuang.
percayalah, bahwa nasib baik kehidupan merupakan akumulasi dari pilihan-pilihan bijak atas tindakan yang dilakukan. nasib baik dan buruk tidak terjadi begitu saja pada diri kita melainkan ada sebab-akibat yang diperbuat.
saya tutup dengan kalimat dari Aristotels :
Pikiran melahirkan tindakan, tindakan menghasilkan kebiasaan, kebiasaan membuahkan karakter, dan karaker menciptakan nasib.
Posting Komentar untuk "Pilihlah Nasib Kehidupan mu"