Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang kita Bercerita

Rasa Kepemilikan & Keterhubungan

Sunardi Isur · Pengajar☕
·
Saat kita rela melakukan untuk sesuatu karena kita merasa bagian dari sesuatu tersebut

Apa yang membuat kita merasa berdaya ?

Seperti itulah pertanyaan yang muncul dalam pikiran saya. Bukan hanya berdaya, tapi juga bermakna. Sesuatu yang membuat kita lebih berarti dalam menjalani hari, bersemangat meraih visi hidup, dan bergairah mencapai tujuan.

dari mana perasaan itu muncul, apa yang membut kita rela melakukan sesuatu dengan rasa suka, semangat, dan ceria dalam melakukannya ?

........

Sudah kah mendapatkan hal itu?. Sesuatu yang membuat hidup terasa berharga dan bernilai. Ketika ruang dan waktu membuat jiwa kita merasa tergugah, hadir sepenuhnya, dan rela meluangkan waktu untuk sesuatu itu. Rasa memiliki atas sesuatu kadang membuat kita terikat, tapi merasa andil untuk ikut menjaga nya. Rasa memiliki sekalipun bukan kepemilikan - menyimpan sesuatu yang bernilai karena ada rasa keterikatan. 

Manusia menghubungkan makna keberadaan nya dengan benda, peristiwa, bahkan juga orang. Rasa memiliki membuat bagian dari hidup manusia menciptakan frekuensi yang lebih dalam  sehingga lebih menggugah & membuka jiwa.

Suatuh hubungan baik pada orang, benda, atau perisitwa membuat manusia terikat secara emosi sehingga menciptakan kenangan dan bounding effect jika itu dinilai berharga. Peristiwa memberikan kita makna tentang apa yang bisa dirasa dan diartikan oleh pikiran sebagai sensasi keterhubungan. Kehadiran seseorang yang membangkitkan jiwa juga memberi warna dan sensasi rasa, seolah membuka bagian-bagian diri manusia untuk lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan. Kita bisa menyebutnya sebagai 'pusat makna' seolah kehadiran orang lain dapat memberi nilai tambah kehidupan yang dijalani.

Ketika manusia menaruh hati, menempatkan rasa, seringkali tanpa batas, tanpa prinsip, seolah semua kehidupan nya terhubung ke dalam pusat makna tersebut lalu ketika pusat makna tersebut tidak memberikan "rasa berharga" maka manusia rentan berada dalam kelemahan energi. Sebagai manusia, kita hanya perlu memberi batasan dan ruang untuk diri sendiri, membiarkan bagian dalam jiwa bereaksi tumbuh dan tersentuh tanpa harus bergantung arah pada kehadiran orang lain.

Sayangnya, itulah yang terjadi.

Manusia rela melakukan sesuatu demi yang ia  'anggap berharga' - baik itu keluarga dan orang yang dicintai. Sesuatu itu baik selama ada ruang bagi manusia untuk tetap tumbuh demi mendapatkan hal layak & setimpal. Bila hanya berpaku dan terfokus pada seseorang ataupun sesuatu sebagai pusat makna yang mengendalikan arah hidup, itu bisa menjadikan seseorang terjebak dalam hilangnya kendali.

Manusia hanya perlu menjalani sesuatu itu dengan sadar, bersemangat tanpa kehilangan kendali, fokus pada hal-hal yang sepantasnya, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada makna seseorang yang dikagumi ataupun dicintai. Begitupun konteksnya dalam hal harta, ketika usaha-usaha pekerjaan diarahkan untuk mengumpulkan banyak harta maka ketika harta tersebut hilang, maka runtuhlah rasa kebermaknaan atas pekerjaan.

Banyak orang menempatkan rasa kebanggaan atas sesuatu yang cepat berubah. Menggantungkan kebahagiaan atas kemenangan tim favorit pada suatu kompetisi. Menempatkan identitas diri pada satu klub sepak bola secara berlebihan, antara fanatisme dan gengsi. Ketika Tim tersebut kalah, maka rasa keberhargaan diri ikut runtuh. Begitupun pada hal-hal lainnya, seperti seseorang yang mengagumi idola, selebgram, tokoh, selebritis, dan lainnya. Hal tersebut bisa memberikan kekaguman, namun tidak sedikit yang kecewa hanya karena satu kesalahan, semua nilai kekaguman itu runtuh karena ekspektasi terlalu tinggi. Ingatlah baik-baik, selama manusia masih hidup kisahnya sulit untuk ditulis, sampai kematiannya meninggalkan sesuatu yang layak untuk diceritakan.

Gunakan energi untuk tumbuh bahwa jika mampu mandiri secara emosi, akan lebih mudah melangkah tanpa kehilangan pijakan. Sebagaimana yang dikatakan A. Einstein :

"Sematkan Kebahagiaan pada pada tujuan, bukan pada barang, ataupun orang."

 Tujuan yang membuat manusia bernilai, berharga, dan berhasil. Tidak perlu berlebihan menggantungkan pusat makna kehidupan - rasa memiliki dan keterhubungan pada hal-hal menguras energi. Hubungkan diri pada sesuatu yang membuat hidup terasa berarti, menghubungkan pada sesuatu yang lebih besar.  Melakukan sesuatu untuk kebermanfaatan orang lain, berjuang untuk sesuatu yang lebih layak, membangun sistem, membuat program, ataupun merancang proyek kemanusiaan yang bermanfaat. Karena, jika mampu melakukannya, kita sendiri lah yang menjadi pusat makna bagi kehidupan orang lain. eaaπŸ˜ƒ.

Posting Komentar untuk "Rasa Kepemilikan & Keterhubungan"

🟒 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
πŸ”” Artikel selesai dibaca