Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Sebuah Batas Waktu

Sunardi Isur · Pengajar☕

    Bayangkan sebuah permainan yang terus dilakukan tanpa adanya batas akhir yang pasti. Semua dilakukan hanya demi sistem rank, reward instan, dan rasa puas sementara. Jika sebuah permainan memiliki batas akhir, memiliki ending, tentu saja seorang bisa menyelesaikan misi lalu fokus pada usaha terbaik dan bersegera mengakhiri permainannya.

    Sayangnya jika permainan tersebut tanpa batas akhir, maka kita hanya terus didorong untuk masuk ke dalam permainan tersebut hanya untuk berlama-lama menjadi pemainnya, bukan segera keluar dan mengakhiri permainan tersebut. Sungguh membosankan padahal ada hal menarik lainnya yang bisa kita kerjakan dibanding menunggu waktu berakhir.

    Begitupun dengan kehidupan, seringkali jika sesuatu memiliki batas akhir atau Deadline kita cenderung lebih fokus sehingga lebih cepat dalam menyelesaikannya. Ada kutipan yang cukup bagus dari Elon Musk "Jika anda berpikir untuk membereskan rumah 30 hari maka akan selesai 30 hari, dan jika anda berpikir untuk membereskan rumah 3 jam maka akan selesai 3 jam". Kata-kata tersebut bukan mantera ajaib, abracadabra, atau sugesti melainkan lebih kepada langkah realistis yang bisa dilakukan demi efektivitas suatu pekerjaan. 

    Batas waktu yang ditentukan memberi dorongan pada diri manusia agar bisa menyelesaikan target tanpa harus berlama-lama menunggu waktu yang tepat. Setiap rencana tidak ada artinya jika tidak disertai dengan batas waktu pengerjaannya. Semua rencana diangap efektif atau tidak bila mana kita bisa menyesuaikan dengan waktu yang tersedia. kita memang tidak tahu kapan akan selesai, tapi kita selalu tahu kapan waktunya untuk memulai.

Mari kita memasuki permainan demi permainan berikut.

    Saat sekolah biasanya ada jenjang waktu, untuk menengah pertama dan akhir (sebutan SMA/SMK) hanya memiliki durasi waktu belajar 3 tahun. Waktu tersebut merupakan sebuah medium bagi siswa untuk mendapatkan berbagai reward, rank, dan prestasi selama durasi waktu yang ditentukan. Pikirkan seperti permainan dalam game, meskipun situasinya berbeda, jika dengan waktu yang ditentukan apakah bisa menyelesaikan dengan baik atau tidak, maka itu tanda bahwa kita telah menyelesaikan setiap misi tantangan dengan baik.

    Begitupun dengan pekerjaan, ada sistem reward dan punishment, penambahan poin, gaji, predikat, dan penghargaan jika kita melakukan pekerjaan dengan baik dan maksimal sebagai bentuk penyelesaian tugas dengan baik. Belajar dan pekerjaan merupakan bentuk misi kehidupan dalam menyelesaikan permainan yang memiliki batas waktu.

    Bayangkan jika tidak ada batas waktu, tidak ada namanya target, motivasi, itikad, dan doa. Kita hanya membiarkan waktu berlalu tanpa mengisi ruang kosong tersebut menjadi sesuatu yang berharga. Seperti menyelesaikan misi, kita perlu memahami apa yang dikerjakan, bukan semata-mata selesai lalu lelah hanya demi terhindar dari setiap hal yang dianggap beban. Sah-sah saja jika pekerjaan asal selesai, namun seringkali kualitas pekerjaan merupakan identitas yang dilekatkan pada kualitas individu.

    Apapun yang terjadi, kita hanya perlu melakukan bukan karena waktu itu tepat, tapi melakukan karena sesuatu itu akan lebih baik, berdampak, dan memberi rasa tenang jika kita tidak menundanya. Selain itu, memiliki target adalah cara memacu diri agar bisa berada pada titik terbaik dari kemampuan yang dimiliki. Kita harus menantang diri sendiri, memicunya meskipun awalnya merasa malas, kita hanya perlu menetapkan target walaupun hasilnya tidak sempurna, setidaknya kita telah melakukan permainan terbaik bagi cerita kehidupan yang memiliki batas waktu. sehingga batas waktu yang sudah dilewati berbuah kepuasan atas hidup yang dijalani.

Posting Komentar untuk "Sebuah Batas Waktu"

🟢 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
🔔 Artikel selesai dibaca