"Hadir" - bukan sekedar kata yang diucapkan saat seseorang dicek keberadaannya, apalagi hanya untuk formalitas absensi. Hadir berarti menunjukan keberadaan diri sepenuhnya tanpa kehilangan kesadaran. Jika seorang dewan mengikuti rapat paripurna secara formalitas ada keberadaannya namun saat acara berlangsung ia memilih tidur, apakah itu layak disebut kehadiran?
Tak perlu menengok jauh, karena bisa saja pandangan kita pada suatu hal yang dibayangkan membawa kita kehilangan fokus dan konsentrasi. Apakah orang yang berada pada suatu ruangan sedang duduk asik sementara pikiran nya pergi ntah kemana lalu itu juga disebut hadir?. Bagaimana kumpulan orang-orang yang asyik mengobrol sementara dalam keadaan mabuk itu juga disebut hadir?. Bukankah kita selalu merasa waktu itu cepat hanya karena pikiran kita juga ikut melompat dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya, lalu kita kehilangan hadir yang utuh untuk menikmati sejenak momen yang ada.
Peristiwa yang dilihat pada layar handphone atau konten hiburan dalam gerakan jari membuat hiburan cepat berganti agar tidak mudah bosan. Rene Descarters mengatakan "aku berpikir maka aku ada" , lalu jika kita kehilangan pikiran lalu dimana keberadaan kita. Pikiran mudah terangsang oleh imajinasi, fantasi, angan-angan, & bayangan yang disebabkan oleh penglihatan. Kita gagal menyadari keberadaan diri, pikiran melayang pergi, bahkan menyalahkan waktu yang cepat berlalu - hanya karena asyik hidup dalam dunia maya. Hal-hal tersebut menyebabkan perasaan juga ikut berubah, melepas dopamin terlalu cepat, bahkan menghadirkan rasa tidak puas dalam kenyataan.
Kepuasan dalam hidup seringkali diperoleh melalui hal-hal yang sederhana dan diusahakan. Idealnya sesuatu bisa dilakukan dengan santai, seperti menikmati aroma kopi, duduk menarik napas, menyesapnya, lalu mulai menikmati obrolan yang berkualitas. Jikapun sendiri, aktivitas yang dilakukan duduk membaca buku atau menulis ulang kembali, bukansekedar cepat selesai tetapi memahami gagasan dan makna kalimatnya agar tidak salah penafsiran. Begitupun saat menonton hiburan langsung berupa konser dan pertandingan, perlu sedikit kehadiran fisik dan perasaan yang utuh demi merasakan atmosfer & euforia kumpulan banyak orang yang asyik dan larut dalam kesenangan bersama. Hal berharga sesungguhnya apa yang bisa kita nikmati langsung dengan mata, merasakan dengan anggota tubuh bahwa sesuatu itu benar-benar menghadirkan momen nyata.
Mari kita lihat kondisi cuaca pagi hari, melihat tanaman bunga warna-warni, dan menunggu senja sambil duduk menyaksikan rumput yang menari. Rayakan satu hari itu dengan momen kebersamaan, bersama keluarga yang bisa hadir secara utuh, menyaksikan wajah mereka yang mungkin tidak akan kembali dalam momen yang sama, berbincang hangat, menikmati setiap ekspresi, menanggalkan barang-barang yang mengganggu kehadiran, melupakan urusan pekerjaan, dan hadir penuh bersama rasa, pikiran, dan hati yang tenggelam dalam kegembiran, kehangatan, dan kebersamaan yang nyata.
Kehadiran yang penuh dapat membawa ketenangan, rasa syukur, dan kepuasan hidup yang mudah didapat. Hadir merasakan bahwa diri masih sehat, memiliki sesuatu yang isitmewa dalam diri - yang belum tentu orang lain punya, merasakan tegukan air dingin, atau sekedar berjalan menyentuh tanah, semua itu memberi rasa yang membuat hidup dalam arti yang penuh. Pikiran terbebas dari distraksi, bebas menemukan inspirasi, dan memberi ruang makna bagi jiwa atas hal-hal yang bisa dinikmati secara sederhana.
Pergi ke alam bebas, bersepeda, melukis, menggerakan otot, berkemah duduk bersama, sekedar mendengarkan musik yang memberi inspirasi, duduk dipinggir sungai, bermeditasi ditempat sepi, atau sekedar menghadapkan pandangan pada keindahan alam, semua itu memberi energi bagi jiwa. Hidup yang utuh bukanlah tentang memiliki segalanya lalu pikiran berangan-angan untuk mendapat semua keinginan hidup, karena itu hanya membuat lelah. Hidup adalah perjalanan, kadang kita perlu berhenti sejenak menepikan diri, menyadari keberadaan diri, membebaskan jiwa dari ragam asumsi, sehingga ketanangan pun datang menghampiri.
Posting Komentar untuk "Arti Sebuah Kehadiran"