Hal-Hal Kecil pun Berharga
Setiap hal besar selalu dimulai dari sesuatu yang kecil. Keseluruhan cerita dalam kehidupan merupakan potongan-potongan momen kecil kehidupan yang terbentuk melalui pilihan, tindakan, dan keputusan. Seperti waktu kehidupan 24 jam yang dihabiskan dalam potongan jam dan detik yang dilewatkan begitu saja. Satu kebiasaan pagi hari yang menentukan langkah kebiasaan berikutnya, jika pagi hari efektif maka sisa hari bisa dimanfaatkan dengan baik. Satu biaya kecil dalam kehidupan, seperti pengeluaran harian yang dapat menghemat ataupun memboroskan pendapatan bulanan. Hal-hal kecil tidak terasa, namun ia bermakna. Seringkali ia luput dalam pikiran untuk dipertimbangkan namun memberi dampak pada konsekuensi masa depan.
Biaya Peluang & Gaya Hidup
Hidup dihadapkan pada pilihan-pilihan, terutama berkaitan dengan biaya peluang. Seseorang yang membeli rokok sehari dengan harga per satu bungkus 20 ribu Rupiah, artinya membeli 30 bungkus rokok selama satu bulan dan menghabiskan anggaran 600 ribu rupiah pendapatan. Jika ia berhenti merokok maka itu artinya ia telah menghemat uang senilai 600 rb selama satu bulan. Seseorang yang terbiasa membeli kopi seharga 10 rb sehari artinya ia menghabiskan 300 rb selama satu bulan. Begitupun dengan hal lain. Hitungan tersebut berdasarkan konsumsi rutin harian selama jangka waktu per bulan. Meskipun faktanya, bisa lebih dan bisa kurang dari perikaraan.
Pada kasus-kasus berlangganan aplikasi atau hiburan internet. Misalnya, berlangganan Youtube premium atau Netflix. Jika semuanya memiliki estimasi biaya langganan sekitar 70-80 rb sebulan maka jika lebih dari satu biaya langganan, pengeluaran lebih dari perkiraaan dalaam sebulan. Termasuk biaya PPN 12 % yang tidak masuk kedalam hitungan data belanja anggaran. Biaya lainnya seperti aplikasi, TV kabel, dan biaya data dari operator. Semua itu pilihan untuk menambah nilai hidup, prioritas berbeda bagi semua orang, tetapi bagi pendapatan yang pas-pasan semua itu harus ditinjau kembali manfaat dan urgensinya, bisakah memberi nilai tambah atau sekedar gaya hidup yang konsumtif.
Keputusan Kecil, untuk Jangka Panjang.
Biaya hidup bukanlah harga pasti yang tertera dalam label suatu produk yang dikonsumsi melainkan harga yang dibayar untuk suatu kompensasi dari sebuah pengorbanan. Seseorang rela berkorban demi mencapai kemakmuran ekonomi, demi kesejahteraan hidup. Setiap orang rela berjuang demi mencapai kehidupan yang layak, sejahtera, dan bernilai. Perlu dibedakan antara kebutuhan hidup dan gaya hidup karena suatu keputusan yang jarang disadari memberi manfaat atau resiko kehidupan. Karena beban emosional akan muncul manakalah kondisi finansial yang tidak sehat. Maka sulit, untuk mendapatkan kondisi hidup yang lebih baik.
Jika hidup ingin lebih baik, maka kita harus memeriksa gaya hidup, apakah itu membawa pada kemakmuran atau kehancuran. Sulit mengenal gaya hidup yang boros, konsumtif, dan reaktif. Lihatlah dari perilaku konsumtif tanpa rencana dan tanpa prioritas. Membeli sesuatu lebih banyak karena keinginan bukan karena kebutuhan. Membeli karena gengsi, bukan karena fungsi. Jalani hidup sesuai kemampuan bukan berdasar standar gengsi dan menuruti rasa puas yang tak ada batasnya. Kehidupan memang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya apalagi terkait biaya hidup yang semakin mahal. Sementara pendapatan bersifat tetap, jikapun naik tidak mampu mengimbangi laju inflasi. Disinilah perlu mengevaluasi tindakan-tindakan kecil yang sebenarnya menuntun pada gaya hidup yang tidak baik.
Pada konteks waktu pun perlu dievaluasi, apakah lebih banyak dihabiskan untuk sesuatu yang membantu berkarya, menyelesaikan pekerjaan, atau tanpa sesuatu yang berarti. Bukan berarti tidak boleh hidup santai, justru waktu istirahat pun perlu dialokasikan secara baik. Produktivitas atas waktu justru menuntut pada sikap bijak dalam mengelolanya, memahami waktu tubuh bekerja dan beristirahat dengan baik. Begitupun dengan biaya bulanan, yang bisa dibantu dengan evaluasi biaya harian. Orang-orang cenderung meremehkan pengeluaran kecil yang justru berefek besar. Sulit mengevaluasi banyaknya pengeluaran satu bulan, selama tidak ada evaluasi pada pengeluaran harian ataupun setidaknya mingguan. Sikap hemat berbeda dengan sikap pelit pada diri sendiri, sikap loyal juga berbeda dengan sikap boros. Setidaknya lebih sadar untuk biaya jajan, transportasi, ataupun konsumsi sehingga membeli pun dengan pertimbangan yang seimbang, kesehatan, dan ramah di kantong. hehe.
Pekerjaan yang banyak dan menumpuk, bisa dipotong menjadi bagian per bagian. Saya biasanya membagi pekerjaan menjadi 3 bagian, saat memulai, mengerjakan, dan menyelesaikan. Saat memulai biasanya perlu banyak waktu dan energi demi memprioritaskan mana yang lebih dulu dikerjakan. Penyusunan konsep, ide, ataupun mencari inpsirasi kadang perlu waktu yang pas, setidaknya bisa dimulai walaupun tidak harus selalu dengan kondisi baik. Ketika proses pekerjaan dimulai perlu fokus dan konsentrasi agar efektif dan efisien. Tetapkan target ataupun batas penyelesaian agar tidak terdistraksi oleh hal lain. Tahap terakhir saat penyelesaiaan hendaknya menilai kembali pekerjaan tersebut apakah sesuai atau tidak, setidaknya tidak asal beres, karena pekerjaan asal-asal mencerminkan kapasitas pribadi tersebut seolah tidak ada kompetensi yang layak disematkan. Pekerjaan tidak harus sempurna, namun tidak selalu harus ditunda juga.
Tindakan Kecil untuk Masa Depan
Hal-hal kecil seringkali tidak terlihat dampak nya di masa depan atau dalam hal-hal yang besar. Hal kecil, seperti tindakan kecil memberi manfaat dalam membangun kebiasaan jangka panjang. Keputusan kecil harian bisa membantu dalam perencanaan keuangan bulanan.Memulai dari hal-hal yang bisa dikerjakan dalam pekerjaan, dapat membantu karir kehidupan di masa depan. Seringkali kita terjebak dalam bayangan kehidupan dengan rentang yang panjang, namun kita luput dari kesempatan mengambil peluang dalam setiap waktunya. Banyak hal-hal kecil dan sederhana, baik soal tindakan, waktu, pemikiran yang tidak harus kompleks untuk memulai masa depan yang lebih terencana. Masa depan masih dalam bayangan dan dugaan, namun kita telah mempersiapkan dalam langkah-langkah sederhana yang begitu berharga setiap hari nya.
Posting Komentar untuk "Tindakan Kecil yang Sebenarnya Berharga"