Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Skenario Terburuk Dalam Kehidupan

Sunardi Isur · Pengajar☕
·
Bagaimana manusia menghadapi skenario terburuk kehidupan, menerima ketidakpastian, tetapi tetap menjaga harapan dan pilihan sikap.

"Sesullit apapun hari yang dijalani, kenyataan selalu berhasil dilewati".

Kata-kata itu terus saya ulangi ,ntah sebagai afirmasi atau auto-sugesti. Hidup sudah sulit tapi kita jangan membuatnya bertambah rumit. Emang iyaa sih, kondisi zaman seperti ini, banyak hal-hal yang bikin hidup tenang pun jadi emosi, seperti Kenaikan BBM, PPN, Stabilitas politik & ekonomi, Inflasi, dan masih banyak lagi 😆.

Maka izinkan untuk menulis refleksi. Skip aja yaa, kalo gak mood hehe.

Hari-hari yang dijalani tentu tidak selalu mudah dan indah, tapi pasti ada kebaikan didalamnya. Setiap diri tentu menginginkan hari yang baik, indah, dan penuh kebahagiaan. Kehidupan merupakan hasil aksi-reaksi dari berbagai hubungan sebab-akibat yang terjadi. Saat bangun pagi tentu mengharapkan keadaan terjadi sesuai keinginan, tapi banyak hal terjadi diluar dugaan, peristiwa dunia hadir dengan ketidakpastian.

Tiada yang menginginkan hari yang buruk, penuh masalah, tragedi, dan memberatkan hati. Semuanya  berharap bahwa hari-hari itu datang seperti hari raya yang disambut dengan gembira, penuh suka dan tawa, seolah hari-hari yang dilewatkan penuh dengan kesenangan.

Mari kita mulai Skenario ini.

Saat pagi hari, seorang ayah duduk menikmati kopi sebelum berangkat kerja, berharap semua rencana yang disusun semalam dapat dijalani cukup dalam satu hari. Duduk menikmati aroma kopi, satu tangan memerhatikan layar melihat kabar dunia hari ini. Headline berita baru, menampilkan ragam peristiwa yang tidak mengenakan, perang di belahan dunia, nilai rupiah dan IHSG jatuh, BBM naik, pejabat pemerintah korupsi, dan semuanya tampak tidak baik. Begitulah fakta yang terjadi.

Tiba-tiba, terdengar suara tetangga bertengkar, masalahnya sepele tapi cukup mengganggu. Seorang balita terbangun karena kaget, lalu tiba-tiba menangis berteriak mencari ibunya. Balita tersebut masih menangis, lalu ayah yang duduk di luar menikmati kopi, berpikir bayi itu sedang dalam buaian Ibunya. Ternyata Ibu sibuk belanja untuk keperluan mendadak dan belum pulang. Ayah bangun dari meja tersebut, terburu-buru dan reflek menumpahkan kopi hingga nodanya mengotori pakaian kerja yang digunakan. Dia juga dihadapkan situasi untuk berangkat kantor sesegera mungkin agar tidak terlambat, sementara si anak masih menangis, dan isi ibu belum pulang. Ayahnya berencana berangkat kerja seperti jadwal biasanya, namun sayangnya pagi itu mulai tampak penuh keributan.

Setelah tragedi pagi yang penuh keributan, dalam perjalanan seorang ayah berangkat kesiangan. Ayahnya terjebak kemacetan hingga terlambat ke kantor tepat waktu. Kebetulan pagi itu acara rapat, ia datang terlambat dan memulai harinya dengan baju tampak kusut karena pakaian kerja yang sudah dikenakan terkena tumpahan kopi. Dia datang dengan wajah tegang, menyimak atasan yang tampak tidak senang atas keterlambatannya. Hari itu konsentrasinya cukup terganggu, pagi hari sebagai cara mengumpulkan energi berubah menjadi cerita buruk pagi hari.

Dia tetap melanjutkan pekerjaannya, ternyata ia lupa membawa handphone karena terburu-buru. Banyak notif penting yang harus ia balas pada hari itu, hanya saja ia melewatkan kesempatan negosiasi dari klien yang penting. Dia tetap mengerjkan proyek dan tugasnya, meskipun hari itu cukup berat. Seolah rencana yang ia bangun semalam runtuh hanya karena hal-hal tak terduga di pagi hari. Satu hari yang tampak berantakan lalu ia pulang ke rumah dengan wajah yang lelah dan emosi yang berat.

Manusia sebagai Perencana

Sebagai manusia hanya bisa berencana. Banyak kondisi dunia yang tidak sempurna, seolah kehendak manusia terbatas pada pilihan-pilihan hidup yang bisa dilakukan sebisanya. 

Cerita diatas, hanyalah ilustrasi. Bentuk kejadiannya bisa berbeda-beda, ada yang harinya berjalan baik, kurang baik, atau lebih baik. Satu hal, yang tak boleh dilupakan manusia adalah bahwa semuanya sedang diuji. Peristiwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun ingatlah bahwa itu bukan alasan bagi manusia untuk menjalani hari secara percuma. Jalannya hari tidak selalu menurut angan-angan kita, namun pastikan hati dan pikiran tidak ikut larut terbawa suasana.

Masa depan selalu berada dalam bayang-bayang nasib dan asumsi. Jika berpikir bahwa hari itu akan baik, namun tetap terjadi maka itulah nasib namun jika faktanya hari baik tidak terjadi maka itulah asumsi. Disanalah letak akal manusia diuji, hanyut dalam emosi, atau mengevaluasi kondisi diri atas hal-hal buruk agar tidak terulangi lagi.

Seringkali hambatan atas setiap impian itu selalu datang menghampiri. Ruang kamar seseorang bisa dipenuhi tulisan atas harapan kehidupan, seperti cita-cita dan impian. Ruang kelas seorang anak bisa dipenuhi oleh tulisan cita-cita dan impian demi masa depan. Satu hal yang harus dipastikan,dalam setiap diri manusia, tidak hanya dibangun oleh sekedar dinding harapan tapi perlu ada ruang bagi rasa kecewa. Supaya harapan yang belum terwujud tidak melemahkan usaha manusia & meruntuhkan semangatnya. Kondisi dunia kadang hadir tidak sesuai ekpekstasi, sehingga menguji kondisi mental d& hati agar  menerima kenyataan sesuai usaha beserta peran takdirnya.

Dunia dengan ujiannya dan Peristiwa yang tidak disukai.

Kondisi-kondisi tersebut akan selalu ada tatkala manusia lupa mengenai tujuan aktivitasnya. Jika tujuan aktivitas hanya untuk hal-hal yang sementara, maka sewaktu-waktu dunia bisa melenyapkan hasil jerih payahnya. Dunia penuh dengan ketidakpastian yang muncul daripada sesuatu yang bisa dipastikan. 

Adakah seseorang yang tidak diuji dalam kehidupannya? ia berjalan diatas dunia seolah tidak memiliki masalah apapaun dalam hidupnya? ia yang bisa memiliki hari-hari yang lebih sempurna daripada kehidupan orang lain seolah ia memiliki segalanya?.

Manusia cenderung melihat suatu kelebihan pada orang lain tanpa melihat beban tanggung jawab yang harus dipikulnya. Pada kehidupan orang lain yang dianggap beruntung bisa saja disebabkan karena orang tersebut tidak menunjukan masalah dan keluh kesah, ia memilih sikap mental agar tidak menyerah pada kondisi dunia yang penuh ujian.

Kehidupan yang dijalani begitu sangat berat, memang faktanya demikian. Banyak tanggungan hidup yang harus dipikul kepala keluarga, banyak tugas berat yang dijalani anak-anak muda semasa pendidikan, banyak tantangan & hambatan bagi orang-orang yang mau berhasil, sekalipun untuk keluar dari jurang kemiskinan. 

Kehidupan tampak semakin sempit & menghimpit, seolah ruang napas kebahagiaan hanya pada hari-hari istimewa, seperti hari raya saat semua orang melupakan masalah kehidupan. Biaya kehidupan yang semakin tinggi, sementara kondisi dunia yang menjadi-jadi. Kondisi tersebut menciptakan kegelisahan, ancaman, dan takut atas masa depan. Kondisi dunia datang untuk menguji dengan segala bentuknya, Skenario terburuk dalam kehidupan bisa selalu terjadi untuk melemahkan harapan atau justru menguatkan .

Perlu dipahami ada hal-hal yang bisa dilakukan melalui pilihan-pilihan kehidupan. Seperti seorang ayah yang mengalami skenario terburuk kehidupan pada ilustrasi tadi. Hal-hal baik tetap ada dibalik hal buruk yang terjadi.

Seorang ayah atau manusia yang menjalani pagi hari dengan tragedi. Padahal, sebelumnya ia berencana menjalani hari itu sebaik mungkin. Harapan seorang ayah yang tetap bekerja meskipun mendapat satu kejadian buruk namun tidak mendefinisikan bahwa satu hari itu adalah hari yang buruk. Segelas kopi yang tumpah pada pakaian cukup membuat hati gusar & mengganggu momen pagi, namun jangan sampai menodai ketenangan diri selama satu hari. 

Kondisi dunia memang tidak baik-baik saja, bukan berarti perilaku kehidupan juga mengikuti kondisi tidak baik. Tetangga yang ribut, bayi yang menangis, ibu yang berbelanja, dan berita-berita yang tidak menyenangkan seperti cerita kehidupan yang dirajut ulang dalam satu benang merah kejadian.Mari lihat lebih jernih, bahwa satu kejadian bisa terjadi secara simultan dalam pandangan diri sendiri, namun belum tentu dalam pandangan orang lain. Tetangga yang ribut tentu mengganggu bayi yang sedang tidur, namun bagi tetangga lain itu terjadi hanya masalah sepele dan selesai waktu itu juga. 

Mampukah seorang ayah yang terlambat datang dimarahi oleh atasan kemudian ia beralasan bahwa  tetangga tetangga yang tiba-tiba ribut menjadi penyebabnya. Pada hal-hal yang berada pada wilayah kekuasan diri seperti pola pikir, pilihan, cara, dan kendali hidup selama masih berada dalam batas kemampuan aksi, maka pilihlah hal-hal yang memiliki konsekuensi baik atau beresiko minimal. Daripada bereaksi emosi atas keributan tetangga, sebaiknya dipahami dulu kejadiannya. Memarahi langsung tetangga yang ribut tidak menjadi solusi, termasuk memarahi Ibu bayi yang sedang berbelanja tanpa memberitahukan. Kopi yang tumpah terjadi karena kesalahan diri yang bisa diperbaiki. Secara rasional keributan tetangga bukan penyebab kopi tumpah lalu kopi tumpah pun tidak bisa jadi alasan logis keterlambatan rapat di kantor. Skenario terburuk kehidupan bukan semata-mata tragedi yang menghantui, namun cara melatih mental & sikap bahwa akan selalu ada peristiwa yang mengganggu & mengguncang batin kita. 

Skenario terburuk kehidupan bisa terjadi sewaktu-waktu. Skenario buruk bisa digunakan untuk melatih mental pikiran saat menghadapi keadaan. Justru skenario buruk yang disimulasikan dalamp pikiran sebagai cara menghadapi kondisi tidak terduga. Jika ingin bepergian lalu berpikir bahwa sudah terbayang macet, jalanan rusak, keterlambatan, dan keramaian pengunjung maka secara mental sudah siap menghadapi kemungkian tersebut. Rasa kecewa terjadi karean beban harapan yang terlalu tinggi. Berharap semua kejadian baik menurut rencana namun yang terjadi sebaliknya justru bisa membuat kecewa. Rasa kecewa dapat diminimalkan dengan kesiapan  atas skenario buruk kehidupan. Ketika berpikir bahwa hal-hal buruk terjadi maka sudah diantasipasi dengan segala persiapan yang matang. Karena nya rencana manusia bukan sekedar menjalankan peran melainkan tetap menjalanakan keadaan pada hal-hal yang penuh ketidakpastian.

Ada ruang kecewa yang disiapkan, ada ruang yang tidak selalu tumbuh dalam ambisi mengejar pencapaian. Justru disanalah ruang yang tenang yang tak akan ditemukan ditempat manapun, kecuali ketika manusia berdamai dengan keadaan tanpa terlalu banyak menganalisis dan terlalu lebar membuka ruang penafsiaran.

Posting Komentar untuk "Skenario Terburuk Dalam Kehidupan"

🟢 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
🔔 Artikel selesai dibaca