Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang kita Bercerita

Masalah Dunia bukan sekedar menguji tapi memperbaiki

Sunardi Isur · Pengajar☕
·
Ketika Dunia datang dengan ujian nya disitulah potensi kemanusian dikembangkan

Dunia dan Masalah nya.

Kita tinggal di dunia dengan kondisi yang tidak selalu ideal. Selalu muncul kondisi ketidakseimbangan, pertentangan, dan gejolak baik kondisi alam ataupun sosial. Tidak ada kondisi yang pas dan ideal bagi setiap orang untuk setiap zaman. Beragam kondisi dunia yang terjadi seringkali merebut ruang pikiran hingga ikut mengubah perasaan menciptakan ketakutan dan kekhawatiran. 

Secara global dunia berjalan bersama peristiwa-peristiwa yang tidak manusia harapkan, bahkan menggoncang jiwa. Perang dunia, wabah, bencana, kelangkaan, kondisi politik, dan ekonomi secara global memberi rasa tidak aman dan bisa membawa depresi. Ada rasa takut, khawatir, sedih, dan frustasi menghadapi kondisi zaman dengan segala masa sulitnya, seolah memberi rasa tidak berdaya dan mengurangi selera atas mimpi-mimpi yang ingin diraih selama di dunia.

Masalah dunia akan selalu ada, baik karena hukum alam yang mencari keseimbangannya, seperti pemanasan global dan menuju ketidakstabilan menuju entropi, bisa juga karena ketidaksepahaman pemimpin elit dunia yang memicu terjadi nya perang, bahkan selalu ada manusia dengan sifat jahatnya yang ingin menguasai sumber daya alam sehingga memicu penjajahan. Semua itu tampak sulit namun bukan berarti membuat manusia harus terpenjara dalam kondisi pasif, manusia selalu diberikan pilihan mengenai tindakan dalam meraih kebebasan individu.

Peristiwa dunia berjalan bersama kehidupan masyarakat global dengan permasalahan dan tindakan yang memicu efek berantai. Individu yang membuang sampah sembarangan tidak terasa dampaknya, namun jika individu tersebut bagian kelompok besar masyarakat atau komunitas regional yang membuang sampah sembarangan pasti akan menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan. Individu yang serakah dan merasa tidak cukup akan mengambil hak individu lainnya, jika saja individu itu menduduki posisi jabatan strategis yang bertanggung jawab atas suatu wilayah yang luas, baik kota ataupun negara maka akan menimbulkan kerusakan dan permasalahan yang lebih besar.

Manusia dengan Masalahnya.

Setiap manusia tentu memiliki masalahnya, masalah itu bukan berarti sesuatu yang datang untuk menguji individu, tetapi bisa melahirkan cara pandang dan gaya hidup baru seperti saat terjadi covid-19. Permasalahan memang tidak sesederhana pada satu kejadian saja karena banyak masalah-masalah dunia saling berkaitan. Seberapa banyak masalah yang ada di dunia, sebanyak itu potensi masalah yang bisa ditimbulkan akibat ulah individu, kelompok, ataupun terjadi secara alamiah. Dunia dalam perspekstif alam merupakan suatu sistem yang terjadi secara simultan dan berkesinambungan sehingga jika satu sistem itu terganggu, maka akan menimbulkan gangguan pada hal lainnya seperti pemanasan global. Dunia dalam perspektif manusia tentu merupakan panggung sejarah, ekonomi, politik, budaya, dan ideologi.

Dalam perspekstif individu, kita melihat satu masalah yang bersifat subjektif. Contoh nya seorang pasangan muda yang baru menikah tentu akan menghadapi permasalahan baru dalam hal ekonomi, yang mana masalah ekonomi tersebut berbeda saat kedua nya sama-sama masih lajang. Seorang yang baru lulus sekolah atau kuliah harus siap mental mencari pekerjaaan baru baginya. Seorang ayah tentu harus memikirkan tambahan biaya demi meningkatnya biaya hidup keluarganya. Seorang perempuan tentu harus siap secara lahir batin menjalani pilihan menjadi seorang ibu atau menjadi wanita karir sekaligus. H itu tidak terjadi secara mutlak, tidak semua individu dengan posisi yang sama memiliki masalah yang sama. Semua itu bergantung cara individu memahami realita hidup yang dijalani, baik sebagai berkah, penderitaan, perjuangan, gairah, ataupun ibadah.

Sekalipun individu tidak mempermasalahkan kondisi hidupnya. biasanya, kondisi sosial memberikan tekanan dan stimulasi yang memengaruhi individu dalam memandang persoalan hidup tersebut. Seorang anak muda yang belum menikah tentu akan mendapat tekanan sosial agar bersegera menikah padahal anak muda tersebut sedang mempersiapkannya. Begitupun pasangan yang sudah menikah seolah mendapat tekanan agar bisa hidup layak, punya rumah, dan memiliki keturunan padahal keduanya sedang menjalani kehidupan rumah tangga yang santai dan tenang. Seorang dengan gaji cukup pun bila berada pada lingkungan dengan gaya hidup yang hedon, maka dapat memengaruhi kestabilan finansial.

Masalahnya ketika satu individu dengan masalahnya menemukan katalis yang memberi efek riak sehingga menimbulkan gelombang permasalahan baru di masyarakat. Adanya pertambangan bagi satu kelompok masyarakat tentu menjadi sumber penghasilan, disisi lain ada kelompok masyarakat yang terganggu akibat pengrusakan alam. Pembangunan perumahan di lahan persawahan dapat memberikan akses rumah bersubsidi murah bagi masyarakat lainnya, disisi lain menimbulkan persoalan baru seperti kepadatan penduduk dan kondisi resapan air yang terganggu.

Masalah itu muncul karena pandangan individu seringkali bertentangan dengan individu lainnya. Seringkali dalam kasus pertambangan kita mengenal adanya kacamata ekonomi dan kacamata ekologi. Padahal kesepahaman itu muncul bila persoalannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan penghasilan dan kenyamanan lingkungan. Kebutuhan akan perumahan muncul sering bertambahnya kaum urban dan populasi penduduk asalkan ada aturan yang mengatur tentu semua yang dianggap permasalahan bisa diminimalkan. Hal-hal kontradiktif ini seringkali muncul dalam konteks individu, masyakarat, bahkan pemerintahan. Semuanya mengacu pada satu hal yaitu biaya peluang demi prioritas hidup yang ingin dijalani tentang motif ekonomi yang diperjuangkan, kepentingan siapa yang diprioritaskan, dan tujuan akhir setiap individu dalam menjalani hidup.

Apa yang dianggap masalah dalam hidup bisa dilandasi motif keuangan, keyakinan, dan kepentingan. Keuangan memberi gambaran individu dalam bertahan hidup seperti cara ia mencari nafkah. Keyakinan menunjukan nilai diri individu seperti prinsip, etika, moral, dan falsafah yang mendasari cara ia mengambil keputusan, dan bertindak. Kepentingan memberikan gambaran atas tujuan akhir yang hendak dicapai  berupa kepuasan hidup, validasi sosial, aktualisasi, ataupun meraih kebahagiaan. Semua itu bisa menjadi sumber masalah karena akan menimbulkan ketidaksinambungan memahami kehidupan yang dijalani bersama. Semua itu selalu menimbulkan tantangan, namun dengan perbedaan muncul gagasan baru atau variasi jawaban atas solusi yang menyangkut kebaikan hidup bersama.

Sesulit apapun selalu berhasil dilewati.

Terkadang kehidupan ini tidak selalu bisa kita lihat hanya melalui tafsir ekonomi, politik, ataupun agama saja. Tantangan hidup yang begitu kompleks sering menjadi ujian bagi setiap individu. Ada ruang tafsir bagi setiap orang memaknai hidup dengan versi nya, ntah menganggap hiudp yang dijalani sebagai penderitaan, perjuangan, seni bertahan hidup, target pencapaian, atau ibadah. 

Semua ini akan terus terjadi, bahkan diruang yang lebih sempit dalam diri manusia seringkali muncul pertentangan batin, ketidakharmonisan dengan rekan kerja, ataupun tugas-tugas yang dianggap berat untuk diselesaikan. Semua itu tidak mudah hanya dengan sekedar teori dan pemahaman tanpa ada sikap batin, mental, kekuatan jiwa, dan kecakapan yang memberi peluang bagi individu dalam mengatasi masalah.

Pada dasarnya manusia menghadapi masalah secara mandiri ataupun kolektif. Pada kasus rumah tangga tidak sedikit masalah itu hadir dari orang sekitar seperti pasangan hidup. Hubungan dua orang atau lebih baik itu keluarga, pasangan, ataupun komunitas seringkali menimbulkan perselisihan. Bagi seorang Pembuat kebijakan, pemimpin, pemerintah yang menjadi masalah adalah merealisasikan visi nya dengan kondisi masyarakat. Seorang pengusaha biasanya bersaing dengan pengusaha lainnya pada bidang yang sama. Bagi masyarakat terpencil masalah utamanya soal aksesibilitas dan prasarana. Bagi masyarakat kota permasalahanya biasanya kemacetan dan pencemaran. 

Pada skala individu yang bertentangan akarnya ada pada ego, pada skala masyarakat yang lebih kompleks masalahnya banyak faktor seperti tujuan bersama, kesadaran masyarakat, komunikasi pemimpin, dan kebijakan pembangunan yang mensejahterakan.

Peristiwa dunia pada dasarnya memberi kabar suka dan duka, terlepas itu berdampak langsung atau tidak. Pada akhirnya dunia, dengan kondisi zaman memberikan kita dalam perspektif pelajaran dan hukuman. Pelajaran bagi mereka yang mampu beradaptasi pada setiap perubahan zaman dan siap berjuang demi dunia yang lebih baik serta hukuman bagi mereka yang nggan membenahi dirinya serta lebih menyukai pada aktivitas yang merusak diri dan lingkungan . seperti kutipan Imam Syafi'i :

"Kesulitan zaman selalu datang seolah tiada habisnya sedangkan kebahagiannya mendatangi mu secara berkala seperti hari raya"

Kesulitan zaman selalu ada, masalah dunia juga tidak berhenti bahkan muncul lagi. Namun pada akhirnya kita mendapat suatu pelajaran yang berharga, cara pandang atau perilaku hidup yang berubah, rasa syukur yang bertambah, atau munculnya individu-individu yang gagah. 

Hidup di dunia memang sulit bukan berarti akan selamanya sulit, setidaknya ada sesuatu yang bisa dipahami mengenai apa yang menjadi bagian usaha manusia dan mana yang sudah menjadi bagian dari hukum alam/takdir nya. Ada sesuatu yang bisa kita kendalikan dan ada yang tak bisa dikendalikan atas dunia yang dijalani, maka fokuslah pada hal yang bisa dikendalikan seperti sikap, cara pandang, tindakan kita dalam merespon berbagai peristiwa di dunia ini. 

kita tak bisa mengontrol dunia secara global, tapi kita bisa mengontrol cara kita memberi jalan bagi pilihan-pilihan hidup yang layak untuk dijalani, yang memberi manfaat bagi masa depan, bukan yang memberi ruang penyesalan, bukan yang menambah permasalahan. Masalah ada untuk dihadapi, karena disana kualitas kita sebagai manusia sedang diuji, hal itu memberi kan cara pandang hidup yang berarti.

Dunia dengan krisisnya, seharusnya membuat kita lebih sadar dan tetap memilih berusaha dengan baik. Jangan membiarkan diri kita mengundang lebih banyak masalah hingga ketika dunia baik-baik saja justru diri sendiri yang terjebak krisis, berupa kekhawatiran, kerugian, dan kehancuran hidup oleh ulah perilaku sendiri. Misalnya judol dan pinjol, definisi menyelesaikan masalah dengan masalah. hehe.

Posting Komentar untuk "Masalah Dunia bukan sekedar menguji tapi memperbaiki"

🟒 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
πŸ”” Artikel selesai dibaca