Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Visi hidup dan kekuatan sebuah harapan

Sunardi Isur · Pengajar☕
·
Lilin kebahagiaan dan Keberhasilan mungkin padam, tapi jangan biarkan lilin harapan ikut padam.


Ayo kita mengubah sedikit - pemahaman mengenai keberhasilan. Lihatlah dibalik proses nya mengapa kita mau melakukan nya daripada sekedar menunggu hasil nya. Biasanya kita selalu berpikir tentang cara mendapat keberhasilan, namun kita juga harus menyadari apa yang sebenarnya mendorong kita untuk meraih keberhasilan. Feel nya bisa berbeda, jika mulai mengetahui motivasi dibalik setiap tindakan. Kita rela berjuang untuk melakukan sesuatu, untuk apa sebenarnya kita melakukan hingga untuk siapa kita rela berkorban.

Kisah-kisah perjuangan, tidak sekedar berisi cerita kemenangan. Ada kisah kerelaan berkorban demi sesuatu yang berharga dalam kehidupan. Kisah perjuangan meraih kemerdekaan bisa lahir dari kesadaran kolektif untuk menciptakan tujuan bersama. Tanpa tujuan, seolah arah hidup tak berarti, karena akan banyak jalan dan pilihan, namun tujuan hidup memastikan kendali dalam sebuah sasaran.

Memulai dari pertanyaan "mengapa ?"

Dalam buku Start with Why karya Simon Sinek - membahas penting nya menemukan tujuan atau keyakinan mendasar (dorongan) dalam melakukan sesuatu. Setiap diri manusia pada dasar nya memiliki alasan untuk melakukan sesuatu baik dalam interaksi atau transaksi. Alasan ini yang memberikan stimulus atau sensasi psikologis ketika membayangkan sesuatu yang (hendak) didapatkan. 

Seseorang rela membeli handphone tertentu bukan karena sekedar barang itu keren, melainkan saat memilikinya terlihat keren. Seseorang rela membayar paket liburan yang lebih mahal demi mendapatkan suatu pengalaman yang berkualitas. Seseorang tetap memilih bekerja meskipun upah masih rendah karena demi menjaga harga diri. Bahkan motivasi itu tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan ditunjukan untuk orang lain. Seseorang yang rela mengusahakan sesuatu demi seseorang yang dicintai nya. Seseorang rela menaggung tuduhan politik demi melindungi desa nya, itu mah Uchica Itachi dong .  Ya..seperti itulah gambaran dari sebuah alasan yang bertujuan.

Bayangkan gambaran akhir yang ingin kita dapatkan, saat pertama kali melakukan nya.

Kita tidak selalu memulai dari awal, kita bisa memulai dari akhir - cerita seperti apa yang diharapkan. Seperti sutradara yang bisa memvisualisasikan ending sebuah cerita yang menarik.

Saat kita memasuki kuliah, kita bukan hanya merencanakan studi, melainkan menciptakan gambaran yang diharapkan saat lulus nanti. Seringkali hal ini bercampur rasa takut dan khawatir dengan masa depan. Ketika kita membayangkan kelulusan yang cemerlang dengan segala pengalaman kuliah yang didapat, tentu setiap proses akan lebih nyaman untuk dijalani. Tantangan tidak menjadi masalah, itu untuk memperkaya pengalaman. Kesulitan bukan hambatan, justru itu momen saat kita bisa memberi usaha terbaik dari diri kita.

Kisah-kisah kehidupan dalam sejarah, biografi, peristiwa, dan cerita sehari-hari dipenuhi oleh kisah orang-orang yang cukup memiliki alasan nya masing-masing. Meskipun alasan itu tampak abstrak bagi mereka setidaknya ada keyakinan dasar yang mendorong orang-orang melakukan aksi tertentu. Jika kita mengenal tokoh seperti Uchiha Itachi, ia rela dituduh sebagai penghianat dan menjadi buronan demi stabilitas politik di Konoha. Meskipun itu anime, setidaknya kita mengetahui alasan dibalik tindakan yang ia lakukan. 

Uchiha Itachi
Sumber Gambar : https://assets.kompasiana.com/

Seorang jenderal perang rela memimpin sebuah pasukan besar ke sebuah tempat yang ingin ditaklukan. Jika jenderal perang tersebut tanpa visi yang berani, maka mentalitas prajurit akan hancur sebelum perang dimulai. Visi merupakan gambaran akhir yang ingin kita tuju dan berharap bisa menjadikan hal itu kenyataan. Seperti seorang pelukis yang sudah terbayang rupa dari lukisan nya - pada sapuan kuas pertama. Dengan gambaran yang jelas dalam benak nya, Pelukis bisa menikmati proses setiap goresan dalam kanvas nya. 

Seperi kisah heroik, Seorang Jenderal perang harus mampu meyakinkan bahwa tindakan strategis nya sudah diperhitungkan. Keyakinan yang tumbuh merupakan hasil dari kualitas keputusan atas pilihan-pilihan yang terbuka dalam peluang kehidupan. Seorang Jenderal tanpa visi hanya bermain dadu diatas peta musuh, menguras logisitik, dan mengorbankan prajurit. Jenderal tersebut mengetahui gambaran musuh di garis lawan, sehingga tahu apa yang perlu dikuasai dan dilumpuhkan dalam medan perang. Jenderal perang dengan visi yang jelas bisa memberi komando tanpa perlu banyak kata-kata, cukup dengan memberikan intruksi yang jelas dan terarah maka prajurit akan bergerak dengan lebih cermat. 

Banyak motivasi dibalik kisah-kisah heroik dalam perang. Motivasi perang bukan sekedar perebutan sumber daya tapi ada motivasi individu. Baik Jenderal ataupun prajrurit di lapangan harus membayangkan sesuatu yang mendorong nya ke pada visi yang jelas, baik untuk memperoleh pangkat, reputasi, nilai hidup, atau dikenang sebagai pahlawan bangsa. Tentu visi yang dibahas disini harus dimaknai positif, karena visi dan harapan bagi seseorang menjadi harga mati sekalipun banyak rintangan yang datang. Contoh Jenderal Soedirman yang memimpin perang gerilya meskipun harus ditandu dalam keadaan sakit.

Sutan Sjharir (kiri) dan Jend.Soedirman (kanan) saat pelantikan Tentara Komanda Rakyat (TKR)
Sumber Gambar : akcdn.detik.net.id


Para Pahlawan Nasional, memiliki visi yang jelas untuk kedaulatan Negara Indonesia yang merdeka, adil, makmur, dan sejahtera. Mereka mencita-citakan berdirinya negara republik yang mampu melepaskan diri dari Kolonialisme dan Imperialisme. Mereka rela mengorbankan nyawa demi kepentingan generasi berikut nya agar tidak ikut merasakan pahitnya penderitaan diatas penjajahan bangsa asing. Begipun kesadaran kolektif yang muncul melalui pergerakan nasional dari setiap daerah dengan tokoh dan pasukan nya masing-masing memiliki visi yang sama demi terwujud nya Indonesia yang merdeka.

Para Pemimpin, CEO, Seniman, Pendidik, bahkan siswa sekalipun perlu memiliki visi yang jelas. Seperti kendali kemudi kemana otoritas diri akan dibawa, menuju kemerdekaan individu atau terbuai oleh sistem yang membuat kita terpuruk. Pada ranah organisasi setiap pemimpin memerlukan visi, misi, dan sasaran yang jelas sehingga anggota kelompok mampu bergerak lebih terarah. Pendidik jika memiliki visi yang baik pun akan melihat bahwa keberahsilan siswa bukan hanya pada nilai semata mmelainkan melihat nya sebagai manusia yang merdeka dari kebodohan. Siswa pun demikian, jika ia memiliki visi dan harapan ia tidak mudah menyerah pada kesulitan, justru hal tersebut menjadi sarana mengasah agar pikiran lebih tajam dan kreatif. Karena nya Visi hidup dan harapan - sangat diperlukan bukan hanya sebagai slogan, kekuatan afirmasi semata, melainkan agar berorientasi hidup dengan mempertimbangkan kebaikan di masa depan.

Kita bisa melakukan perjalanan yang menyenangkan karena kita bisa membayangkan tempat-tempat terbaik yang akan kita kunjungi. Seperti itulah visi bekerja, menciptakan sebuah kekuatan mental agar tidak menyerah pada keadaan. Manusia bisa melakukan sesuatu yang awal nya dianggap mustahil menjadi lebih mungkin untuk dicapai. 

Kekuatan sebuah harapan melampaui batas imajiner

Batasan dalam hidup bukan hanya pada kondisi fisik melainkan batasan mental dan imajiner yang manusia buat sendiri. Melompati batasan fisik bukan soal visualisasi latihan mental melainkan usaha terus menerus tanpa mencoba untuk berhenti sampai terlihat hasilnya. Seperti seseorang yang memiliki visi menghidupkan kembali daerah kering dengan menanam pohon hingga menjadi hutan kembali. Bisa juga seperti seorang yang rela memahat sebuah bukit demi terbukanya jalur pintas bagi orang-orang untuk terhubung ke desa sebelah dibanding memutar arah yang cukup jauh. itu bukan kisah fantasi, melainkan kisah nyata yang bisa dipelajari. tentu, hal itu harus dibedakan dengan realitas ilusi, dimana seseorang melakukan sesuatu hanya demi fantasi semu atau realitas palsu.

Seseorang itu bernama Dasrath Manjhi seorang warga India yang rela membelah gunung seluas 91 meter dengan kapak nya selama 22 tahun. Hal yang mendorong ia melakukan hal (gila) tersebut karena terlambat membawa istri nya ke rumah sakit, karena desa nya terpencil dan akses nya terhalang oleh bukit-bukit besar. Setelah 22 tahun, ia berhasil membuktikan harapan nya meskipun ia tidak bisa menghidupkan istri nya. Setidaknya, ia bisa menyelematkan lebih banyak nyawa di desa nya untuk pergi berobat ke Rumah Sakit. Waktu tempuh perjalanan berobat menjadi singkat, dari 70 km yang memutar pegunungan menjadi hanya 1 Km saja.

Dasrath Manjhi - The Mountain Man
Sumber Gambar : Grid.id

Banyak batasan-batasan dalam hidup yang awalnya menjadi standar umum menjadi meningkat kepasitasnya. Seseorang awalnya tidak yakin bisa sampai ke puncak gunung dengan ketinggian 3000 mdpl. Faktanya dengan kekuatan sebuah harapan yang lebih tinggi ternyata langkah itu bisa membawa nya sampai pada ketinggian tertentu. 

Harapan yang baik tentu disertai tindakan yang nyata, bukan angan-angan. Seorang awalnya tidak yakin bisa membaca satu buku tebal, karena ia berharap mendapat pengetahuan yang layak maka ia perlahan melewatkan halaman demi halaman hingga tuntas. Visi memandu arah, memberi kekuatan akan sebuah harapan. Saya juga memiliki harapan agar bisa menyelesaikan seratus tulisan random saya di blog ini ☝😎. Awalnya berat, hanya dengan itu saya menciptakan standar atau batasan dari kemampuan saya untuk menulis dengan baik. Jika saya menargetkan seratus tulisan, maka lebih ringan bagi saya saat memulai satu tulisan.

Beberapa contoh lainnya, bahkan dalam bermain game sekalipun seperti mobile legends (MLBB) awal nya sesuatu itu pasti sulit untuk mendapatkan level (rank) bermain lebih tinggi. Proses yang dilewati menciptakan level kognitif pada strategi yang bisa dilakukan hingga akhir nya rank tinggi bisa diraih. Jika dalam bermain game saja bisa didobrak batasan level nya, maka dalam hidup kita juga bisa meningkatkan kapasitas dan potensi sebagai manusia. 

Manusia terus tumbuh dan berkembang, termasuk kualitas dan kapasitas nya.  Dalam level permainan olaharaga di dunia nyata, seperti pertandingan atau kompetisi, mendapatkan juara 1 itu sulit namun dengan visi yang baik maka akan mendorong untuk memperbanyak uji coba dan laithan. Banyak hal yang awal nya sulit atau mustahil dilakukan pada masa nya, namun pada generasi berikutnya semua itu bisa terencana. 

Begitulah Visi hidup dan kekuatan sebuah harapan bekerja. Sebagaimana para pejuang awal Indonesia seperti Tan Malaka yang memiliki visi dan harapan demi terbentuknya Republik Indonesia. Konsep-konsep nya tertuang dengan jelas dalam buku Naar De Republiek Indonesia. Sebuah catatan visioner yang dibukukan dengan judul Menuju Republik Indonesia. Begitupun Visi seorang kartini dan harapan-harapan nya yang mungkin dulu belum terlihat hasilnya. Visi kartini yang muncul melalui gerakan pendirian Sekolah Kartini dan surat-surat yang berkaitan dengan gagasannya tentang perempuan merdeka. Visi itu tidak sia-sia sekalipun pencetusnya tidak merasakan langsung hasilnya. Setidaknya perjuangan R.A. Kartini dihargai setiap tahun semangat perjuangannya selalu diperingati bahkan dirayakan. 

Naar De Republiek Indonesia karya Tan Malaka (1925)
Sumber Image : Instagram - Penerbit Kakatua

Kisah-kisah perjuangan selalu menggugah, karena dari sanalah muncul keberanian untuk mendobrak batasan, baik belenggu penjajah ataupun batasan fisik sehingga tercapai kemerdekaan Individu. Meskipun visi tidak seindah tulisan di dalam sebuah kertas, spanduk, atau pun slogan. Visi memberi dorongan bahwa manusia dengan harapannya akan selalu berjuang merealisasikan harapannya baik untuk dirinya, orang lain, ataupun bangsa nya. 

karenanya, Jika semangat menggerakan kita lebih cepat dan visi hidup menggerakan kita lebih jauh. Semangat 🙌

 

Posting Komentar untuk "Visi hidup dan kekuatan sebuah harapan"

🟢 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
🔔 Artikel selesai dibaca