Perjalanan ke Gunung Merbabu via Suwanting kami lakukan dengan jasa Open Trip yang cukup kredibel. Biayanya lumayan, Nominal pendaftarannya Rp. 975.000, hampir satu juta. Biaya tersebut belum termasuk perlengkapan dan akomodasi pribadi. Selama di Basecamp sampai Puncak semua berada dalam tanggung jawab pihak Open Trip tersebut.
Kami melakukan perjalanan yang cukup lama dari Bogor-Magelang. Berangkat dari Exit tol Citeureup - Magelang selama 12 jam an. Kami berangkat dari Exit tol Citeureup pukul 19.00 hingga tiba di Basecamp Suwanting pukul 08.00 pagi.
Trak Suwanting merupakan Jalur pendakian terpanjang dan cukup melelahkan, Start pendakian dari Pintu masuk pukul 11.00 hingga tiba di Pos 3 pukul 17.00 . Cukup melelahkan dan menguras tenaga karena jalurnya benar-benar berdebu dan cukup penuh tanjakan, dari pos 1 dengan vegetasi hutan pinus, kemudian ke vegetasi terbuka seperti semak belukar dengan trek yang berdebu sampai pos 2. Kemudian dari Pos 2 hingga pos 3 mulai terbuka padang sabana meskipun masih perlu waktu 2-3 jam untuk sampai ke Pos 3, yang mana pemandangan nya lebih terbuka sehingga gunung merapi tampak lebih jelas terlihat dan gagah menjulang tanpa ada vegetasi penghalang.
dari Pos 2 sampai Pos 3 jika cuaca sangat cerah kita dapat melihat lautan awan yang benar-benar luas sepanjang mata memandang hingga dua gunung lainnya, seperti Sumbing dan Sindoro terlihat puncaknya dari kejauhan.
Suwanting sore hari benar-benar sangat indah dan mempesona, sepanjang pendakian area camp saya sering melihat ke belakang karena merasa tidak percaya bahwa saya benar-benar melihat lautan awan yang sangat tebal dan rapat seperti kapas yang bertumpuk. Menengok ke samping ada Gunung Merapi sehingga semakin kami naik maka gunung merapi tampak lebih rendah dari kami. Faktanya kami merasa lebih kecil diantara gunung-gunung yang menjulang kokoh.
Setiap gunung memiliki karakteristik yang berbeda. Bentuk keindahan panoramanya pun pasti beda. Hal tersebut memperkaya isi kepala, suasana, dan kesan indah untuk bercerita.
Gunung merbabu dengan segala keindahannya, karakteristik tantangan yang berbeda disetiap jalur pendakian, datang dari arah manapun Selo ataupun Thekelan akan memberikan sensasi pengamatan yang menakjubkan. Bayangkan keindahan sabana, edelweiss, beberapa pohon, punggung gunung, latar merapi, awan tebal dibawah kaki pendaki, hadir dalam satu bingkai estetika yang bisa kita nikmati, saat duduk ngopi, ataupun berjalan dalam langkah yang lebih pelan.
Perjalanan mendaki gunugn bukan soal mengejar kecepatan, namun justru untuk memperlambat momen mengenai makna kehadiran, melupakan masalah dunia atau mengambil jeda, setiap langkah yang kita bawa menuju puncak adalah usaha yang tak pernah sia-sia, karena perjalanan nya bukan siapa yang lebih dulu tiba di puncak melainkan saat kita pulang bersama-sama dengan selamat.
Pulang dengan membawa perspekstif yang berharga, itulah oleh-olehnya. Perspektif bertemu suasana baru, pemandangan yang luas, sudut permukiman di kaki gunung, serta cerita-cerita dari mereka yang lebih lama hadir disana. Kita pergi sebagai pengunjung melihat hal-hal baru disana, bisa kah kita pulang sebagai orang yang melihat rumah lama kita layaknya pengunjung yang melihat suasananya dalam sudut pandang yang lebih baru?
Posting Komentar untuk "Perjalanan Gunung Merbabu"