Menurut saya....
Bukan Pengetahuan, Bukan Juga Keterampilan, Bukan juga Pikiran, karena semua itu merupakan hasil adaptasi dari kondisi alam ratusan ribu tahun. Sejarah akan menulis bahwa revolusi manusia bermula dari 100.000 tahun lalu yang disebut revolusi kognitif. Tapi apa yang penting dari dulu dan sekarang adalah sesuatu yang terus berjalan dan membentuk kehidupan itu sendiri, kita sebut itu waktu.
|
|
Ilustrasi Kehidupan Manusia Nomaden Sumber Gambar : ChatGPT |
Namun bukan tentang waktunya, dua spesies yang diceritakan sejarah seperti Sapiens dan Neandhertal berjalan dalam waktu yang bersamaan, namun adaptasi evolusi kognitif memberi jalan yang lebih besar bagi perkembangan Sapiens. Evolusi kognitif yang menciptakan bahasa baru untuk komunikasi, cerita, dan adaptasi atas pengendalian lingkungan yang bisa dijinakan (domestikasi).
Jika kita hidup dalam masa sebelum 10.000 tahun lalu, hidup dalam budaya nomaden. Maka kita hidup dalam ruang gerak yang terus berubah tanpa sempat berpikir untuk memahami. Manusia nomaden hidup dalam gerak berpindah, mobilitas, mencari sesuatu yang layak untuk dimakan dan ditinggali karena satu-satu nya cara bertahan hidup bereaksi lebih cepat atas perubahan lingkungan.
Sekelompok kawanan nomaden, hidup dalam kondisi lingkungan terbatas, seperti hewan buruan yang bergantung pada rumput. Sementara itu, rumput bergantung pada musim. Jika pun memungkinkan harus berhati-hati terhadap predator bahkan bersaing mendapat buruan yang sama - herbivora. Selanjutnya tidak ada sisa makanan untuk besok, karena tidak ada tempat yang lebih lama untuk ditinggali, semua bergantung pada kerasnya iklim, sumber air, vegetasi, dan persediaan hewan buruan.
Sekolom kawan itu berpindah, jika lingkungan tidak mendukung mereka pergi lagi, seolah seperti makhluk yang digiring oleh perubahan alam yang alamiah tanpa sempat memahami dan bertanya - mengapa dan bagaimana semua itu terjadi ?
Hal ini berbeda pada sekolompok manusia yang sudah bisa menjinakan hewan buruan untuk dikelola di lingkungan tempat tinggalnya. sekolompok manusia ini sudah bisa mengelola tanah untuk ditanami biji-bijian menyesuaikan dengan musim, tanpa perlu berpikir besok mencari hewan buruan apa lagi ?
Ketika manusia tinggal dalam kondisi yang lebih layak seperti ketahanan pangan, rumah yang aman, dan keluarga yang sehat. Maka satu-satunya aktivitas yang dilakukan ialah mengelola semuanya dengan baik, bahkan jika perlu ditingkatkan dengan membuat sistem yang efektif dan efisien. Seperti tanaman hasil panen yang bisa disimpan untuk musim berikutnya, pengembangbiakan hewan ternak, pengairan tanah agar tidak kekeringan, membuat sistem keamanan lingkungan, hingga beranak pinak lebih besar menjadikan populasi lebih banyak.
Hal-hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh sekolompok manusia yang hidup nomaden ataupun belum aman baik dalam arti fisik ataupun psikis. manusia nomaden yang tidak memiliki tempat tinggal tentu hidup dalam sikap waspada, rasa takut terhadap predator puncak, atau rentan terhadap sakit yang disebabkan oleh kelelahan dan cuaca buruk. Sekolompok kawanan ini biasanya terbagi-bagi dalam jumlah yang lebih kecil, karena sulit bagi perempuan membawa tiga anak sekaligus untuk terus bergerak, atau bahkan sekolompok orang yang rentan sakit tentu akan mudah ditinggalkan. Banyak tantangannya, satu-satunya cara mereka bertahan hidup ialah bergerak - mencari sesuatu yang layak.
Bandingkan dengan kondisi masyarakat pertanian yang sudah mapan dalam arti sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini dan esok. Mereka sudah tidak lagi mau berburu apa tapi apa lagi yang bisa dilakukan ketika hal-hal mendesar sudah terpenuhi.
Apa yang bisa dilakukan masyarakat pertanian ialah Inovasi. Menemukan sesuatu yang baru diluar kebiasaan yang berulang-ulang atau rutinitas pekerjaan sehari-hari yang melelahkan. Kondisi ini tidak bisa didapat oleh masyarkat nomaden, mereka berpindah-pindah mencari makanan untuk beruburu bukan mencari makna baru.
Jika dikatakan kelompok mana yang mendapat kemewahan yang lebih layak ialah kelompok masyarakat pertanian yang hidupnya sudah menetap. Kemewahannya bukan pada hasil dari sistem & inovasi yang dibentuk dari pengelolaan tanaman, hewan ternak, ataupun populasi masyarakat yang lebih stabil melainkan hasil pikiran yang didapat dari waktu luang.
Masyarakat yang sudah terpenuhi kebutuhan mendasarnya artinya punya waktu yang lain untuk melakukan hal lain. ehh maksudnya gimana ?
Manusia pada dasarnya suka mencari cara agar segala sesuatu tampak lebih baik, seperti sistem pengelolaan pangan, pembagian pekerjaan, petugas keamanan, dan bahkan budaya yang muncul dari interaksi antar sesama. Bagaimana caranya ialah ada pada waktu luang. Lebih banyak waktu luang artinya lebih banyak waktu untuk berpikir. Meskipun tidak semua orang berpikir saat ada waktu luang, tetapi sumber daya kekuatan yang tadinya habis dimedan buruan kini diarahkan pada sumber daya penemuan yang disebut inovasi.
Inovasi - tidak selalu terjadi pada penemuan tunggal, ia hasil dari pertemuan dan benturan budaya dari lintas komunikasi dan interaksi antar manusia itu sendiri, walaupun pada akhirnya hanya sekelompok orang yang memahami arti penemuan itu untuk dikembangkan dan dipatenkan, karena ia memerlukan riset percobaan dan semua modal itu ada pada waktu luang.
Waktu luang tidak selalu dikondisikan pada saat manusia itu duduk tenang dan diam, justru waktu luang bisa diasosiakan pada kegiatan berpikir untuk menemukan persoalan.
Kebiasaan orang-orang jenius yunani pada masanya sering berjalan-jalan ditepi pantai sambil memikirkan sesuatu. Beberapa Inovasi kota Hangzhou di China merupakan benturan dengan Danau Barat sebagai katalis intelektual refleksi disekitar Danau Barat. Begitupun Kota Seni seperti Florence yang melahirkan Da Vinci, Michaelangello, dan Donatello mendapatkan ekosistem pendanaan yang mendukung dari Keluarga Medici. Winna dengan keindahan gunung-gunung dan danaunya memberikan ritme bagi kehidupan Mozart, Haydn, dan Beethoven.
Jika kondisi lingkungan tidak mendukung? Jika kreativitas muncul dari keterbatasan maka seharusnya Inovasi bisa muncul dari ekosistem lingkungan yang baik.
Waktu luang - bagi perspektif penulis bukan hanya kemewahan terpenting melainkan pemantik bagi manusia untuk memikirkan kehidupan yang lebih baik. Taraf hidup bisa meningkat baik dalam konteks masa lalu sebagai manusia pertanian ataupun manusia industri.
Mungkin waktu luang tidak berarti apa-apa jika hanya ditafsirkan dari konteks masyarakat nomaden dan pertanian, ia hanya akan jadi cerita yang lewat begitu saja. Faktanya yang harus kita sadari ialah, jika sebuah keluarga sudah aman secara finansial, ketahan pangan, dan tempat tinggal. Pertanyaan bukan lagi "apakah kita masih bisa makan untuk besok?" melainkan "bagaimana cara meningkatkan taraf hidup yang lebih baik lagi ?
Karena waktu luang ialah waktu berharga, waktu bercerita, dan waktu bertemunya ide dengan pikiran yang siap.
Posting Komentar untuk "Kemewahan Terpenting Dalam Sejarah adalah Waktu Luang"