Ketika di kelas saya melakukan survey dengan mentimeter, disela-sela Pelajaran. Sebuah intermezzo, mengisi Pelajaran dengan kuis atau sekedar tebak-tebakan, yang melibatkan logika dan memicu reaksi psikologis atau AHA moment - bagi para siswa. untuk memantik pikiran mereka lebih aware. Saya ingin punya siswa yang berpikir, bukan sekedar ‘hadir’.
Hasil dari survey menunjukan bahwa sebagian besar siswa masih meyakini kecerdasan itu warisan, Sebagian lain percaya 'KECERDASAN' itu dibentuk oleh lingkungan.
Lalu mana yang benar ?
Nature VS Nurture
Nature - faktor yang berasal dari warisan biologis atau dimiliki sejak lahir, sedangkan Nurture - faktor yang diciptakan berdasarkan pengalaman lingkungan. Pertanyaan yang bisa kita ajukan adalah …Sebenarnya, apa itu Kecerdasan ? (bertanya dengan nada antusias)
David Wechsler memberi pengertian kecerdasan sebagai suatu kapasitas umum dari individu untuk bertindak, berpikir rasional dan berinteraksi dengan lingkungan secara efektif (Syaiful Sagala, 2010: 82). IQ merupakan kemampuan seseorang untuk menalar, memecahkan masalah, belajar, memahami gagasan, berpikir, dan merencanakan sesuatu. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah yang melibatkan logika.
ya, logika - penalaran - problem solving. disini konteks nya adalah 'aspek kognitif'. kalau begitu, kita bisa menyatakan bahwa seorang dengan skor IQ tinggi berarti 'lebih cerdas' atau super jenius, begitupun sebalik nya.
Apakah hal itu berbanding lurus dengan kemampuan seseorang (siswa) dalam memahami suatu pelajaran di sekolah ?, persoalannya, tidak sesederhana ketika siswa mendapat nilai 100 dari soal yang diberikan menunjukan bahwa dia cerdas, itu 'pintar'.
Bagaimana ruang bagi yang lain nya ? seseorang yang mampu menulis cerpen, menciptakan lagu, melukis pemandangan yang menyentuh, atau sekedar mempertanyakan sesuatu bukan karena ia ikut percaya tapi ingin membuktikan nya.
Apakah kecerdasan itu berhubungan dengan keberhasilan ?
Sepertinya untuk menjawab hal tersebut tidak sekedar membuat garis lurus dari satu titik (variabel X) ke titik lainnya (variabel Y). karena ada banyak variabel keberhasilan dalam arti yang luas.
Jika dalam arti sempit, kecerdasan matematis mendorong seseorang menjadi arsitek, kecerdasan verbal menjadi publik speaker (coba bayangin deh kalo kita berdiri - berbicara di Ted Talks). Kecerdasan natural medorong kita untuk peduli pada lingkungan, atau kecerdasan emosianal menjadikan kita sadar sosial dan peka untuk membantu orang lain. maka itu relevan, dan perlu di asah.
Definisi kecerdasan secara lebih lengkap, maka disinilah Howard Gardner muncul dengan teori Multiple Intelligence nya. Howard Gardner dengan konsep nya “Kecerdasan Majemuk” – solusi dalam memahami pertanyaan yang lebih kompleks.
Apakah Kecerdasan itu berpengaruh terhadap keberhasilan Individu di Masyarakat?
Jawabanyan antara “Iya” dan “tidak” , disinilah muncul persimpangan pola pikir yang berbeda bagi masyarakat umum tentang makna keberhasilan. Sejauh yang saya pahami, Masyarakat masih memandang bahwa keberhasilan itu soal “HAVE” memiliki sesuatu – uang, benda, kendaraan, rumah etc. atau bisa juga “to BE” menjadi sesuatu- pekerjaan, jabatan, profesional, ataupun influencer. semua itu mengacu pada konsep kesejahteraan.
Biasanya yang lebih dominan itu – KEBERHASILAN FINANSIAL - anggapan uang bisa membeli sesuatu yang dibutuhkan. Tidak salah juga sih, namun bukan berarti kita harus menyalahkan diri kita ketika kita belum memiliki apa-apa, yang penting berguna dulu ya kan 😊. (sambil menghibur diri).
Oke lanjut, SCIENCE - Dalam sudut pandang hereditas, duh apa lagi ini. Anak biologi pasti tahu soal ini (asal nyimak guru nya ) termasuk pemahaman DNA, Genom, dan Kromosom. Dalam buku "Genome: The Autobiography of a Species in 23 Chapters" (1999) karya Matt Ridley, disebutkan bahwa kecerdasan memiliki komponen genetik, artinya sebagian aspek kecerdasan dapat diwariskan secara biologis dari orang tua ke anak.
Perlu soroti tentang Hereditas, atau faktor keturunan ini.
Gen yang diterima anak dari orang tuanya pada saat pembuahan akan mempengaruhi semua karakteristik dan penampilan anak kelak. Adapun yang diturunkan orang tua kepada anaknya adalah sifat strukturnya bukan tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil belajar atau pengalaman seperti bakat, sifat-sifat keturunan, intelligensi dan juga kepribadiannya.
Hal ini sejalan dengan pendapat Matt Ridley - menyatakan :
Bahwa kecerdasan sepenuhnya ditentukan oleh gen, tetapi dia mendukung pandangan bahwa ada warisan genetik dalam kecerdasan, namun selalu dalam interaksi dengan faktor lingkungan.Bagaimana dengan NURTURE ?
Apa sih ‘Nurture” itu ? Ini bukan typo , bukan typo writting dari Nature ya. Karena manusia itu makhluk kompleks (antroposfer), bukan makhluk hidup yang sekedar menjalani evolusi biologis tapi juga kesadaran.
Menurut Kamus Cambridge : Nurture jika diartikan “to encourage the growth and development”
Lingkungan melingkupi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat. Kalo kata ulama “manusia adalah anak-anak lingkungan nya” . Sepakat dengan definisi ulama ?, saya sih sepakat semoga kamu juga ya, hehe.
Kembali ke pertanyaan awal!
Apakah kecerdasan itu hasil dari warisan atau dibentuk oleh lingkungan ? jawabannya dua-dua nya, (sudah kuduga pasti jawabannya kompromi) - tapi memang gitu hasil nya.
Faktor Genetik, memang memainkan peran penting dalam menentukan potensi kecerdasan manusia, namun kecerdasan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Hereditas memberikan dasar biologis bagi kemampuan kognitif, sementara lingkungan seperti pendidikan dan pengalaman hidup akan mengoptimalkan atau membatasi potensi tersebut.
"gen itu bibit unggul, akan berbuah maksimal jika di tanah yang subur"
Karena nya, manusia akan tumbuh secara mengagumkan bila berada dilingkungan yang tepat dan mendukung. waw - amazing. setiap orang pada dasarnya punya potensi kecerdasan yang diturunkan (terutama dari ibu) - seperti pisau bawaan yang masih tajam, nah yang mengasah nya itu bisa dari ayah nya , lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Semoga bisa dipahami, setidaknya konsep Nature vs Nurture dapat terjawab, bukan sesuatu yang berlawanan antara Nature (warisan gen) dengan Nurture (pengasuhan), justru saling melengkapi.
Posting Komentar untuk "Kecerdasan : sebuah warisan atau dibentuk oleh lingkungan ?"