Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Hidup yang sempurna

Hidup yang sempurna ? bukan soal apakah ada atau tidak ada, tapi apakah kita bisa mendekatinya atau tidak..

coba aja lihat selebgram, influencer, atau tiktoker yang flexing harta dan pencapaian hidup nya, bukan kah itu sempurna ?

sempurna bagi kita, belum tentu bagi mereka. begitupun sebaliknya,

beberapa anak muda sudah sukes di usia mereka. Saat kita masih harus berjuang membantu nafkah orang tua, atau bahkan sedang mencari kerja. Lalu apakah mereka sudah menjalani hidup yang sempurna dari kita?

apa yang terlihat indah di mata kita, seringkali begitu menggoda.

semua orang berhak menunjukan sisi terbaik dalam hidupnya, dalam validasi konten, jumlah followers, banyak nya subcriber, atau mencantumkan namanya sebagai CEO di Bio instagramnya. Mereka melakukan petualangan ke negara-negara, seolah mereka sudah menginjakan kaki diberbagai tempat terbaik di dunia. wajar-wajar saja asal kita tidak berangan-angan,boleh-boleh saja untuk termotivasi, asal tetap melihat dimana kaki menginjak bumi.

Kita pun masih berjuang bangun dari tidur, melawan rasa malas, bahkan sekedar menetapkan target harian saja kita belum mampu atau menunggu waktu yang sempurna untuk melakukannya. Seringkali kita berpikir, bahwa seperti inikah takdir hidup yang harus saya jalani.

Kesempurnaan hidup adalah cara pandang kita

hidup itu gak ada habisnya, dan gak ada selesai nya, apalagi yang dicari itu -kesempurnaan untuk menutupi pandangan kita dari rasa ketidakcukupan. kita tuh gak bakal bisa mengumpulkan apa yang kita mau di dunia, bahkan sebagian besarnya hanya angan-angan untuk hidup serba ada dan serba bisa.

kita perlu mengejar kesempurnaan, mendekatinya, tapi bukan untuk mendapatkan nya. Karena kesempurnaan hidup yang kita usahakan biasanya memberi pengalaman untuk mendapatkan versi terbaik dari diri kita.

kesempurnaan hidup bukanlah bentuk kehidupan itu sendiri melainkan makna dari versi ideal kehidupan yang ingin dijalani. Kehidupan yang dijalani tidak semulus jalan raya atau tanpa hambatan, justru banyak rintangan dan halangan yang tidak kita duga, justru disitulah letak seninya, agar kita berpikir, berdoa, dan lebih kuat dari versi standar kita. Hal tersebut bisa mendorong batas-batas kemampuan diri sehingga kita keluar dari zona hidup biasa-biasa aja. seperti itu lah hidup orang lain yang dianggap sempurna, orang-orang hebat tetap membangun menara nya meskipun bisa roboh berkali-kali. kita ingin hebat dan keren dalam kehidupan kita, namun kita hanya duduk saja melihat orang lain bekerja.

kita melihat hidup orang lain seperti berada diatas kepala kita, mereka tampak dilebihkan dalam kenikmatan, keberhasilan, dan dalam hal-hal kemampuan yang seolah tidak bisa kita kuasai. kita berpikir hidup ala kadarnya.

Kesempurnaan versi kemampuan kita

bagi saya, menjalani hidup adalah menjalani takdirnya dengan sikap proaktif tanpa melihat takdir itu sebagai sesuatu yang membatasi cara pandang diri atas kehidupan yang dijalani.

tentu saja, saya tidak melupakan kaidah " sawabiqu himami laa tahriq aswaral aqdari " yang artinya "kekuatan himmah (cita-cita / kesungguhan) tidak bisa menembus benteng takdir"

saya sadar hidup ini ada dalam qada dan qadar-Nya. kita diberi kapasitas masing-masing untuk menjalani hidup, dengan porsi rezeki terbaik yang sudah ditetapkan. kita berusaha untuk mengambil bagian kadar nya dalam Qadar-Nya.

pertanyaan nya, apakah kita hanya diam menerima suatu nikmat tersebut dengan kejenuhan hanya karena terpaku pada kesempurnaan hidup dan nikmat orang lain? mengapa kita kita tidak mengubah nikmat  itu menjadi sesuatu yang lebih tinggi nilai nya dan berdaya guna?

contoh : jika kita mendapat gaji bulanan yang cukup digunakan untuk bersedekah atau investasi. bila punya badan yang sehat meskipun tidak ideal seperti atlet, setidaknya kesehatan itu bisa diarahkan pada bidang olahraga berprestasi sesuai proporsi tubuh kita. jika kita punya ilmu, kenapa harus disimpan sendiri, bisa kita bagi sesuai manfat yang bisa kita beri.

Maka kita bisa bersyukur atas nikmat yang dimiliki dengan cara meningkatkan potensi dan kapasitas diri melalui belajar dan latihan. setidaknya dengan rutinitas yang positf, kita tidak sibuk menonton orang lain membangun menara kehidupan nya, tapi kita juga fokus membangun versi kehidupan ideal sesuai takdir atau versi yang bisa kita jalani.

seperti kita menonton film, kita melihat aktor nya, jalan cerita nya, kabar baiknya kita juga bisa menjadi penulis naskah dan sutradara nya.

karenanya bagi saya-hidup yang sempurna, bukanlah tentang saat saya mendapatkan semuanya.

hidup yang sempurna, yaitu : 

  • Bangun sholat sunah sebelum fajar, lalu bisa dzikir pagi hari setelahnya membaca buku versi bahasa inggris dan olahraga pagi.
  • pengennya sih, bisa sholat malam dan puasa sunnah disiang hari. perfect banget kaya nya hidup.
  • baca ayat al-Qur'an setiap hari meksipun tidak banyak, setidaknya bisa kita resapi makna dan masuk ke alam bawah sadar, jadi lebih enjoy menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Beristighfar dan bersholawat sebanyak-banyak nya, minimal ada target minimal.
  • Tetap membaca buku sambil ngopi, atau bahkan beli buku yang kita mau
  • bisa jalan-jalan, minimal sesuai budget, terutama ke alam bebas yang masih indah, asri, dan alami.
  • tidak punya hutang karena gaya hidup, kalo untuk sesuatu yang produktif itu juga harus ditimbang.
  • bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi kehidupan orang lain, saat hadir di dalam kelas rasanya seperti ikut membangun kehidupan manusia yang berkualitas.
  • bisa menulis, walaupun yang baca sedikit karena tujuan nya menulis itu merapikan ide dan menajamkan pikiran saya.
  • untuk menikah, punya rumah, anak, insyaAllah segara. bismillah - doa kan saja. biar bonus dan makna pertumbuhan hidup saya bisa meningkat dan punya cerita berharga.
selebihnya, banyak banget yang harus saya syukuri. banyak rencana, justru hanya menyibukan kita, fokus pada hal-hal yang berarti saja.

Sebagai manusia suka lupa dengan nikmat yang sudah Allah beri hanya karena keinginan-keinginan yang tidak terealisasi.

Makasih ya Allah , atas kesempurnaan hidup yang bisa dijalani. Meskipun saya bisa menjalaninya sepenuh hati, meskipun kadang tidak sesuai yang diingini, setidaknya semoga Allah swt memampukan saya untuk kehidupan yang bermakna setiap hari nya, meski tidak harus sempurna.😊

ohh iya, itupun hanya versi hari ini. semoga kedepannya bisa ditingkatkan lagi.

Posting Komentar untuk "Hidup yang sempurna"

🟢 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
🔔 Artikel selesai dibaca