Kemenangan semu.
seringkali kita merasa bahwa kesenangan hidup yang diperoleh bisa menjadi obat untuk rutinitas kehidupan yang penat.
Cukup membuka media sosial kita bisa mendapat konten hiburan yang disajikan.
Betapa mudahnya zaman ini untuk mendapat kesenangan, juga betapa mudahnya pikiran mendapat kebosanan. Sajian hiburan dalam bentuk menonton video pendek (Reels, Shorts, dan Tiktok) memberi sensasi dopamin pada otak, hanya saja dopamin yang berterusan membuat kita kehilangan fokus pada tugas-tugas dalam kehidupan.
Realita lenyap begitu saja, berganti perhatian pada dunia maya. sebuah dunia yang dibangun atas dasar opini dan persepsi. dunia orang-orang bereaksi yang membuat kehilangan kendali diri.
Betapa mudahnya kita kehilangan kendali diri, membuat pikiran seringkali melompat pada hal-hal tak berdasar seperti fantasi, angan-angan, dan ambisi tak bertepi.
Jika mengabaikan usaha dan proses, lalu hanya berpikir hasil, terlepas hal itu dengan cara baik atau buruk, maka kita telah kehilangan kendali, gagal dalam visi, karena hanya berpikir sampai tujuan. lalu, apa maksud nya ?
Pikirkan...
Seorang yang ingin cepat memiliki harta ataupun terlihat kaya, jika ia mengabaikan proses yang baik dengan memilih jalan pintas seperti pinjam uang ke bank, pinjol, ataupun mempertaruhkan hartanya dengan investasi bahkan berjudi. Mungkin ia mendapatkan sesuatu dari usaha nya itu namun ia pertaruhan nya sama besar dengan kehilangan resiko aset yang berharga.
Seorang siswa bisa saja mendapat skor yang tinggi saat tes ulangan ataupun kuis, namun jika tidak melalui hasil belajar yang baik, rajin, dan bersungguh-sungguh, maka meskipun ia mendapat skor yang tinggi itu hanya dianggap keberuntungan.
Seorang pengusaha yang menjual barang dengan cara tidak jujur, sekalipun awalnya banyak yang membeli ataupun tertarik karena promosi dan mengabaikan kualitas, maka sekalipun ia memenangkan pasar ia tidak memenangakan loyalitas, maka ia sekedar mendapat euforia keuntungan yang semu. bukan kemenangan perusahaan, melainkan kekalahan di babak akhir persaingan.
seorang yang mendapat hati kekasih nya dengan cara manipulatif agar ia mendapatkan perhatian dengan cara-cara yang tidak autentik, seperti berusaha menjadi orang lain atau berpura-pura bahkan maka hubungan nya sulit bertahan lama, karena hal tersebut tidak dibangun diatas nilai, prinsip, ataupun keterbukaan. Kemenangan hati atas dasar pengaruh harta, tahta, ataupun sesuatu yang tidak berdasarkan nilai sulit bertahan lama.
Kebahagiaan Palsu
Seringkali kita berharap bangun pagi hari dengan tujuan mengumpulkan isi dunia, maka itu tak pernah terjadi. jika kita berpikir bahwa setiap yang kita inginkan dapat memenuhi kepuasan hati, maka sebenarnya berada pada jebakan kepuasan hidup yang tak pernah selesai.
kita berharap dengan memiliki sesuatu - kenikmatan hidup bisa terpenuhi, sejatinya kenikmatan itu ada pada hati, bukan perkara selera yang muncul karena mampu memanjakan mata.
seperti halnya kemenangan semu,
sesuatu yang tidak memiliki nilai kualitas baik secara waktu, manfaat, dan harga seringkali tidak memberi kebaikan apa-apa, hal itu terjadi sekedar mengisi daftar panjang cara kita bersikap atas kejenuhan.
kejenuhan terjadi, ketika keinginan lama yang dimiliki lupa disyukuri berganti dengan keinginan baru yang belum terpenuhi.
Dalam hidup kita menginginkan nilai dari sesuatu, namun yang berarti bukan pada bentuk nya tapi nilai dibalik nya.
Kemenangan sejati tidak lahir dari cara-cara instan, manipulasi, ataupun strategi yang merugikan orang lain. seseorang mungkin bisa mendapat kemenangan, keuntungan, ataupun kesempatan dengan cara yang buruk, seperti juara perlombaan yang didapatkan karena diuntungkan oleh panita ataupun keuntungan usaha yang didapat dengan cara manipulasi harga.
Kebahagiaan itu ada pada hati, sekalipun hati bercampur emosi, sangat penting untuk melihat tujuan dibaliknya. jika kita ingin kaya, juara, berperingkat maka kita perlu melakukan dengan cara yang baik.
Karena kebahagiaan sejati tidak diperoleh dengan cara yang menentang kebaikan. kebahagiaan sejati datang atas manfaat yang bisa diberikan.
seringkali usaha-usaha itu untuk melayakan hasil yang didapatkan.
Einstein pernah mengatakan:
"sematkan kebahagiaan pada tujuan, bukan pada nilai atau barang"
Posting Komentar untuk "Kemenangan Semu, Kebahagiaan Palsu"