Pernah punya HP baru ? Kendaraan Baru ? Pakaian Baru ? Lagu Baru ?
termasuk pengetahuan dan pengalaman.
juga termasuk orang-orang yang awal nya masuk ke dalam hidup kita.
Bagaimana rasa nya ? pasti nya menyenangkan, berkesan, dan membawa pada suasana baru.
...........
Segala hal yang baru tentu memperbaharui memori pikiran untuk merasakan kesenangan, bahkan kebahagiaan.
kesenangan sifatnya sementara, sedangkan kebahagiaan bersikap jangka panjang.
Barang-barang baru yang bisa kita pegang, lihat, dan rasakan fungsi nya pertama kali memberikan sensasi menyenangkan, Pengalaman indera memberikan sensasi bagi tubuh kedalam kesan positif hingga pada euforia. Apalagi jika barang baru tersebut sesuatu yang dinantikan sejak lama betapa senang menggembirakan saat mendapatkan nya. Gembira karena tercapai nya suatu tujuan, senang karena mengalami pengalaman baru, dan bahagia bila kita memahami bahwa itu memiliki nilai jangka panjang dalam kehidupan.
Sayangnya...
apa yang dulu dianggap sebagai sumber kesenangan seiring waktu berganti dengan kejenuhan, karena Indera manusia sudah terbiasa dengan rangsangan pengalaman berulang-ulang. Indera manusia selalu memerlukan sensasi baru, sebuah pengalaman psikologis "jika saya mendapatkan nya " terbayang kondisi jiwa yang bahagia. Kenyataan tidak selalu berlaku seperti itu, karena kejenuhan terjadi ketika keinginan lama yang sudah terpenuhi berganti keinginan baru yang ingin didapati.
Pikiran dan Tindakan Terhadap barang baru.
Biasanya, barang-barang yang masih baru selalu disikapi dengan hati-hati dalam penggunaan nya, termasuk perawatan berkala karena hal itu dianggap memberi nuansa positif bagi pengguna nya.
Motor baru yang selalu dibersihkan setiap kali terkena debu, Handphone baru yang dipasang beragam aplikasi agar tampilan menarik, Sepatu baru yang selalu dicuci setelah penggunaan nya. semua itu hal baik dan positif, hanya saja tidak selalu berkelanjutan dalam tindakan nya. Tindakan manusia memerhatikan barang-barang tersebut memudar seiring ada barang baru lainnya yang menarik perhatian. Betapa hebatnya psikologi marketing memainkan pandangan konsument terhadap fitur baru pada suatu produk seolah barang lama yang sudah dibeli konsumen terkesan ketinggalan zaman.
Seiring berlalu nya waktu barang-barang baru yang awal nya disikapi dengan euforia, penuh perhatian, dan keceriaan disikapi dengan biasa-biasa saja. Perhatiannya bergeser pada sumber kesenangan lain pada produk baru karena terbayang sensasi pengalaman saat memiliki nya.
Sematkan Kebagiaan pada Tujuan, bukan pada barang atau Orang
Dalam Dunia Industri dikenal istilah "Planned Obselence "
apa itu ? secara harfiah diartikan "keusangan terencana ".
Planned Obselence merupakan stretegi bisnis Industri yang merancang suatu produk nya memiliki jangka waktu tertentu, sehingga ketika melewati masa nya tampak usang dan ketinggalan zaman.
Hal tersebut bukan istilah populer, karena sebagai konsumen jarang disadari bahwa produk yang digunakan memiliki masa pakai ideal pada jangka waktu tertentu. wajar saja jika Handphone yang digunakan setelah 3-5 tahun tampak lemot, baterai cepat boros, dan aplikasi yang tidak kompatibel.
untuk topik planned obselence atau keusangan terencana, nanti saya posting pada materi terpisah. komen dibawah ya untuk request topik xixi.
......
Selanjutnya,
Kejenuhan bisa memicu perilaku stuck, memudarkan kesadaran, serta hilang nya perhatian untuk selalu merawat barang-barang yang dimiliki, karena sensasi pada indera tidak berubah, hanya melihat sesuatu yang sama berulang-ulang.
Begitupun dengan hubungan pada manusia. Manusia memang bukanlah produk teknologi, tetapi mengapa menyikapi hubungan antara dua manusia menjadi sesuatu yang biasa saja. Karena kita selalu melihat manusia dalam kondisi yang sama, baik itu keluarga, teman, ataupun pasangan.
Kita memandang manusia dalam pikiran yang sama karena kebiasaan dan perilaku nya sudah terprogram dalam otak bahwa tidak ada lagi hal baru yang akan terjadi pada orang-orang yang ada didekat kita. rasa istimewa dalam suatu hubungan menjadi pudar, hanya karena tidak ada pola atau cara baru dalam menyikapi hubungan yang lebih kreatif.
Begitupun dalam keluarga, tidak ada yang berubah, jika kita tahu rutinitas, cara hidup, identitas, dan perilaku yang sama berulang-ulang dalam bawah sadar manusia. sama hal nya kepada teman, tidak ada yang istimewa, kepada orang lain pun sama, apalagi jika yang terlihat hanya pola buruk dalam hubungan yang toxic.
Tidak ada yang salah jika memang suatu hubungan dijalani seperti hal yang biasa. masalah itu muncul ketika adanya keinginan yang baru dari pasangan untuk melihat atau menuntut yang lebih baik karena adanya orang lain yang dianggap lebih baik. seperti seseorang yang sudah tidak terkesan pada laptop miliknya yang menenami tugas nya lalu berharap laptop orang lain lebih istimewa.
.......
Saya akan menyebutnya RESET.
cobalah untuk melihat saat pertama kali membeli barang baru, sekalipun barang itu sudah lama menjadi milik kita, sekalipun rasa istimewa nya memudar seiring waktu.
cobalah untuk pertama kali datang melihat rumah yang dibangun saat dulu belum memiliki rumah, betapa istimewa nya bahwa rumah itu bukan hanya sekedar bangunan melainkan ruang tumbuh bersama dalam keluarga.
cobalah saat kita pertama kali menginginkan suatu pekerjaan, betapa bersyukur nya jika kita mendapatkannya. sekarang jika pekerjaan itu sudah didapat, ingatlah bahwa lebih banyak orang diluar sana berpikir saat pertama kali menginginkan nya.
cobalah saat kita mendapat ilmu, pengetahuan, dan pengalaman baru, saat kita diberi tahu tentang suatu hal yang sebelumnya tidak dipahami, kepada seseorang yang pertama kali membuka mata kita melihat dunia yang lebih terbuka, jika demikian kita akan tetap rendah hati dan bijaksana sekalipun kita sudah mengetahui dari pertama kali kita diajarkan.
rasakan sensasi itu, saat dulu kita berada di dunia anak-anak dengan kekaguman, melihat dunia dengan penuh keajaiban, dan kehebatan orang-orang dewasa menjalani kehidupan dengan kisah yang dilaluinya. bahwa sejatinya, kehidupan lama yang dijalani adalah ruang belajar yang harus kita lihat dari sudut pemahaman yang baru.
Reset bukanlah menghapus semua nya, bukan juga untuk melupakan memori lama, tapi memperbaharui alam pikiran bahwa memori lama bisa dijadikan ruang pijakan untuk mencintai hal-hal yang baru.
sesuatu yang baru bukan berarti negatif, ini bukan tentang konsumerisme dan materialisme. hal ini sebagai upaya kita menghargai apa yang sudah lama menemani kita dengan tetap membuka pada hal-hal yang baru. karena hal yang baru selalu memberikan nuansa pertumbuhan, pembelajaran, dan pengalaman yang positif.
Posting Komentar untuk "RESET : Rise of Self Think"