Komputer itu canggih, karena ia memberikan solusi dalam bentuk output yang bisa membantu manusia, komputer itu bisa dirasakan dampak kecanggihan nya karena memudahkan manusia dalam kehidupan . segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan, data, komunikasi, dan solusi bisa dilakukan oleh komputer.
hal tersebut dirancang karena program dalam komputer tersebut, selain itu dukungan teknis seperti user, software, dan hardware memaksimalkan kinerja komputer.
lalu, jika komputer itu tidak digunakan ? sebagaimana mestinya, katakanlah spesifikasi tinggi tapi hanya untuk melakukan tugas sederhana. ya komputer tersebut tidak kehilangan fungsi nya, hanya tidak maksimal nilai nya.
......
Nilai manusia ada pada Output nya.
Manusia telah diprogram baik oleh lingkungan atau pendidikan, baik secara sadar atau hasil adaptasi dari beragam masukan dari pengalaman, belajar, latihan, dan realitas dalam masyarakat.
manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kemampuan nya dalam berbahasa yang baik, kaya makna, dan bisa menempatkan bahasa tersebut sesuai dengan sasaran pendengaran maka ia menjadi manusia yang bisa dikatakan cerdas, karena mampu menempatkan bahasa, kata, atau ucapan sesuai penerima nya. kita bisa menyebut itu seni berkomunikasi, kemampuan nya dalam menghubungkan ide atau rasa dari satu manusia kepada manusia lain yang bisa ditransfer dengan baik.
selain itu, tindakan merupakan indikator bagaimana manusia merespon lingkungan nya. otak manusia sebagai sumber ide, pemikiran, keputusan, dan kontrol yang dihubungakan melalui sistem syaraf, sebagimana jaringan komputer memberikan output dari hasil prosesing data, menjadikan manusia tersebut bertindak sesuai dengan kapasitas pikirannya.
kita melihat bahwa kecerdasan itu beragam, beberapa contoh nya kemampuan manusia menciptakan ekspresi melalui karya seni, tulisan, artefak, bangunan, dan teknik.
.......
Kecerdasan Majemuk itu Lifeskill
Kecerdasan majemuk bukan sebatas bahwa manusia itu dikategorikan bahwa ia menonjol pada satu atau lebih bidang yang bisa dikuasai sesuai keterampilan nya. selain keterampilan teknis (hardskill) keterampilan diri (softskill) bisa membantu manusia dalam menjalani kehidupan.
kita memberikan apresiasi kepada mereka yang punya keterampilan mengagumkan kepada atlet, penulis, musisi, survivor, seniman, dan aktor intelektual yang memberikan kontribusi nyata baik pada tim, klub, bahkan negara.
apakah kita tidak cerdas seperti mereka ?
sebenarnya cerdas itu untuk memberi ruang berkembangnya lifeskill. cerdas bukan sekedar pengetahuan teoritis tapi ia memiliki manfaat praktis. seorang atlet yang terlatih mampu memenangkan pertandingan karena mampu mengatasi faktor teknis dan non teknis. kita melihat orang-orang dengan bidang nya mampu unggul dibanding yang lain, karena ia fokus pada satu keunggulan hidup berupa cerdas bawaan dengan pengalaman jam terbang yang cukup lama.
cerdas itu bertindak cerdas, tidak harus tentang harus mendapatkan hasil terbaik, tapi kita bisa bertindak sesuai situasi yang terjadi. pengetahuan yang kita miliki bukanlah sekedar disimpan di otak tapi perlu lahir dalam bentuk tindakan yang memberi manfaat. kita bisa menyebut itu kontribusi.
apa artinya pengetahuan dan ilmu yang banyak jika tidak mampu menyelematkan diri sendiri ? apalagi memiliki kepintaran yang digunakan untuk membodohi orang lain. itu bukan kecerdasan tapi sikap yang penuh keculasan. memanfaatkan peluang bagian sikap cerdas, tetapi memanfaatkan orang lain hanya untuk kepentingan diri nya, maka itu bagian sikap culas.
.........
Cerdas dan Naluri
seorang survivor yang melakukan penjelajahan di alam kemudian tersesat maka ia akan bertindak berdasar naluri dan pemahaman tentang alam yang mungkin pernah ia pelajari. pengetahuan-pengetahuan yang manusia pelajari selama di sekolah sebenarnya bermanfaat bagi kehidupan, pengetahuan tentang penyakit, bahaya bencana, aturan keuangan, sikap sosial, cara berkomunikasi, dan cara-cara hidup yang benar itu membantu selama manusia tidak melakukan hal-hal sebaliknya.
kita diberi tahu bahwa disiplin itu baik, lalu kita selalu terlambat. kita diberi tahu bahwa itu makanan yang tidak sehat, lalu kita terus memakan nya. apa artinya setumpuk pengetahuan dalam pikiran bila tidak diarahkan untuk memprogram diri kita agar bertindak lebih cerdas, lebih sehat, dan lebih bijak. seperti komputer canggih dengan setumpuk program yang tidak pernah dijalankan hanya seperti rongsokan.
seringkali naluri manusia untuk bertahan hidup mengalahkan sikap bijaknya, reaksi manusia terhadap kehidupan yang ia jalani seringkali bercampur reaksi emosi. kita seringkali mengambil jalan pintas karena malas, seperti sering memakan junk food, mencontek, korupsi, berbohong, dan manipulasi terhadap kebutuhan diri kita sendiri. hasil nya, hidup menjadi tidak terarah, impulsif, reaktif, dan kehilangan kontrol diri. karena kita tidak menjadikan kecerdasan itu diasah dengan sebuah tindakan yang terprogram.
pada akhirnya, hidup tidak sekedar mengandalkan naluri, pengetahuan, pengalaman, dan kecerdasan semata. manusia hidup dalam perilaku dan tindakan. hal terpenting kita mempunyai prinsip, aturan, kaidah, dan cara hidup yang tidak rusak, justru kecerdasan kita harus mampu mengontrol ego diri, agar kehidupan yang dijalani bukan sekedar dilewati, ada tujuan, dan ketenangan hati.
Posting Komentar untuk "Cerdas itu Bertindak Cerdas"