Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Kehilangan adalah sebuah kemungkinan

Sunardi Isur · Pengajar☕

    Tidaklah kita mendapatkan sesuatu di dunia ini, kecuali yang kita dapatkan setelahnya adalah kehilangan.

    Bila hidup adalah pemberian, maka tugas kita ialah menjaga kehidupan itu dengan sebaik-baiknya. Hidup yang mencakup kesehatan, kecerdasan, dan segala hal yang melengkapi termasuk keluarga maka perlu kita jaga dengan baik. Kehidupan orang dewasa dengan pendidikan dan pekerjaannya maka itu juga perlu dijaga agar tidak mudah hilang. Terlebih tidak hilang semangat dan alasan-alasan dalam menjalani hidup.

Apakah pendidikan dan pekerjaan bisa hilang? 

    Hilang tidak selalu berarti lenyap, hilang bisa berarti menurunnya nilai dan tidak bisa digunakan sama sekali. Apakah sama orang yang pernah menempuh pendidikan dengan yang tidak? harusnya beda, tapi orang yang menempuh pendidikan lebih tinggi tidak memanfaatkan privilage dengan baik, maka apa bedanya dengan mereka yang tidak mengenyam pendidikan dari segi tindakan bila tidak memberi nilai tambah. Sehingga gagal menciptakan peluang dengan kemungkinan pilihan hidup yang lebih luas.

    Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang tidak bersekolah dan berpendidikan lebih rendah, kemungkinannya lebih kecil, bukan karena mereka tidak mempunyai kemampuan, tetapi cara berpikir mereka menjadi terbatas, kecuali dengan pendidikan informal, koneksi, dan pengalaman hidup yang lebih banyak.

    Pekerjaan pun sama, sebagian pekerja bukanlah CEO, yang artinya keputusan hidup ada pada atasan. semua itu bergantung pada penilaian dan hubungan baik dengan atasan nah dalam konteks perusahaan atau pimpinan lembaga. Sekalipun itu karyawan, pegawai negeri, nasibnya masih ditentukan oleh pembuat kebijakan, bukan sesuatu yang abadi, maka bisa berarti bentuk pekerjaan/karir tersebut bisa terbatas. Kehilangan bisa diartikan turunnya nilai bisa juga terbatas nya peluang karir ke jenjang yang lebih tinggi.

    Kesehatan juga sama, seringkali kita menspelekan sesuatu penyakit kecil dalam tubuh yang masih bisa diobati, lalu kita mengabaikan dalam waktu lama hingga menjadi penyakit yang lebih sulit untuk disembuhkan. Kehilangan kesehatan berarti kita tak bisa sepenuhnya menikmati kondisi fisik terhadap sesuatu yang bisa direspon dengan tubuh. Kehilangan kesehatan seringkali diartikan bahwa ada bagian tubuh yang sakit atau tidak normal sehingga membuat tidak nyaman.

    Kehilangan barang, juga memberikan perasaan yang buruk bila itu sesuatu yang berharga, kehilangan barang tidak selalu lenyap dalam pandangan, tetapi bisa karena rusak, tidak berfungsi lagi, menjadikan hal itu beban perasaan yang membuat kita harus melakukan pengorbanan ekonomi untuk membelinya lagi. Kehilangan barang bisa terjadi kapan saja baik karena kita lalai atau karena masa pakai itu habis. Ttugas kita hanyalah merawat dan menggunakan sebaik mungkin.

    Kehilangan seseorang yang dicintai ataupun disayangi, baik itu keluarga, pasangan hidup, atau seseorang spesial dalam hidup. Pasti akan didapatkan perasaan yang memperkeruh perasaaan batin jika tidak rela dengan takdir hidup, seperti kematian. Ketidakhadiran pasangan dalam momen yang berharga dalam hidup juga bisa mengurangi nilai keintiman jika tiada komunikasi yang baik, bahkan yang terjadi kehidupan dua pasangan yang sudah satu rumah pun bisa hidup bermusuhan atau kehilangan rasa untuk saling menyayangi. 

    Kekaguman pada orang yang dianggap spesial, mengagumkan, dan memiliki daya tarik bisa menimbulkan konsekuensi perasaan gelisah, hilangnya rasa tenang, atau perasaan untuk selalu dekat, jika keinginan tersebut tanpa kesadaran bahwa ia belum menjadi siapa-siapa atau status pasangan yang jelas, maka kehilangan itu bisa berarti kehilangan seseorang yang ingin kita hadirkan dalam hidup dan kehilangan kebahagiaan yang disematkan pada cinta orang lain.

Kehilangan itu konsekuensi dari hidup.

    Bukan berarti untuk pasrah total menghadapi takdir hidup hanya karena itu tak bisa dihindari, setidaknya untuk mengelola resistensi dari perasaan yang lebih buruk bila tidak siap dan sigap dalam menjalaninya. Kehilangan momen, barang, pekerjaan, kesehatan, keluarga, dan pasangan bagian dari konsekuensi hidup yang tak bisa dihindari. Sekalipun bentuknya berbeda-beda, maka bisa saja kehilangan pusat makna yang membuat kehidupan terasa berarti dan bahagia.

    Sesuatu pada dasarnya netral, kita kehilangan sesuatu karena awalnya kita "merasa mendapat" sesuatu, jika kita tidak mendapatkan sesuatu maka kita tidak akan mengganggap itu sebagai 'hak milik". Kehilangan itu bersumber dari perasaan memiliki karena melekat dengan pikiran, sebagai bentuk identitas bahwa itu 'bagian' dari kehidupan kita.

    Hal yang masih bisa kita nikmati dan berdayakan adalah sesuatu yang masih ada dan pemberian yang diperoleh tanpa usaha bakat alamiah, kesehatan, kelaurga, dan kebebasan dalam mengambil pilihan. Sementara hal-hal lain yang diperoleh dengan usaha seperti barang, pendidikan, pekerjaan, dan pasangan adalah sesuatu yang harus disikapi dengan rasa penuh kehadiran.

    Kita hanya perlu meletakan segala sesuatu dengan rasa aman dalam pandangan bahwa sesuatu itu "titipan". Adapun hal-hal yang belum didapatkan biarkan sebagai hiasan yang menjadikan hidup terasa indah, nikmat, dan berbeda.

    Ketika kita akan berangkat lebih jauh, maka tidak terbebani oleh banyak beban kepemilikan, seperti seorang yang akan pergi dengan pesawat, menyiapkan dirinya dengan perbekalan yang pas di bandara, karena kelebihan muatan bisa memberatkan perjalanan. Maka kehilangan bisa menjadi cara tuhan mengatur atau menegur agar selalu bersyukur.

Posting Komentar untuk "Kehilangan adalah sebuah kemungkinan"

🟢 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
🔔 Artikel selesai dibaca