Tidaklah kita mendapatkan sesuatu di dunia ini, kecuali yang kita dapatkan kemudian adalah kehilangan.
Bila hidup adalah pemberian, maka tugas kita ialah menjaga kehidupan kita dengan sebaik-baik nya. hidup yang mencakup kesehatan, kecerdasan, dan segala hal yang melengkapi hidup termasuk keluarga maka perlu kita jaga dengan baik. kehidupan orang dewasa dengan pendidikan dan pekerjaan nya maka itu juga perlu dijaga agar tidak mudah hilang.
apakah pendidikan dan pekerjaan bisa hilang ?
hilang tidak selalu berarti lenyap, hilang bisa berarti menurunnya nilai dan tidak bisa digunakan sama sekali. apakah sama orang yang pernah menempuh pendidikan dengan yang tidak ? harusnya beda, tapi kenyataan pada praktek nya orang yang menempuh pendidikan lebih tinggi tidak memanfaatkan privilage dengan baik, sehingga gagal menciptakan peluang dengan kemungkinan pilihan hidup yang lebih luas.
hal ini tentu berbeda dengan mereka yang tidak bersekolah dan berpendidikan lebih rendah, kemungkinan nya lebih kecil, bukan karena mereka tidak mempunyai kemampuan, tetapi cara berpikir mereka menjadi terbatas, kecuali dengan pendidikan informal, koneksi, dan pengalaman hidup yang lebih banyak.
pekerjaan pun sama, sebagian pekerja bukanlah CEO, yang artinya keputusan hidup ada pada atasan. semua itu bergantung pada penilaian dan hubungan baik dengan atasan baik perusahaan atau pimpinan lembaga. sekalipun itu karyawan, pegawai negeri, nasib nya masih ditentukan oleh pembuat kebijakan, bukan sesuatu yang abadi, maka bisa berarti bentuk pekerjaan / karir tersebut bisa terbatas. kehilangan bisa diartikan turun nya nilai bisa juga terbatas nya peluang karir ke jenjang yang lebih tinggi.
kesehatan juga sama, seringkali kita menspelekan sesuatu penyakit kecil dalam tubuh yang masih bisa diobati, lalu kita mengabaikan nya menjadi penyakit yang lebih kompleks. kehilangan kesehatan berarti kita tak bisa sepenuhnya menikmati perasaan fisik terhadap sesuatu yang bisa kita respon dengan tubuh. kehilangan kesehatan seringkali diartikan bahwa kita sakit, tetapi pada dasarnya kita kehilangan nikmat anggota badan saat melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan.
Kehilangan barang, juga memberikan perasaan yang buruk bila itu sesuatu yang berharga, kehilangan barang tidak selalu lenyap dalam pandangan, tetapi bisa karena rusak, tidak berfungsi pengguanaannya, menjadikan hal itu beban rasa yang membuat kita harus melakukan pengorbanan ekonomi untuk membeli nya lagi. kehilangan barang akan terjadi, tugas kita hanyalah merawat nya, asal bukan kecerobohan diri, bisa saja karena situasi lain seperti bencana yang terjadi.
Kehilangan seseorang yang dicintai ataupun disayangi, baik itu keluarga, pasangan hidup, atau seseorang spesial dalam hidup kita. pasti akan kita dapatkan perasaan yang bisa saja memperkeruh persaaan batin jika tidak rela dengan takdir hidup, seperti kematian. ketidakhadiran pasangan dalam momen yang berharga dalam hidup juga bisa mengurangi nilai keintiman jika tidak ada komunikasi yang baik, bahkan yang terjadi kehidupan dua pasangan yang sudah satu rumah hidup seperti bermusuhan atau kehilangan rasa untuk saling menyayangi.
kekaguman pada orang yang dianggap spesial , mengagumkan, dan memiliki daya tarik bisa menimbulkan konsekuensi perasaan gelisah, hilangnya rasa tenang, atau perasaan untuk selalu dekat, jika keinginan tersebut tanpa kesadaran bahwa ia belum menjadi siapa-siapa atau status pasangan yang jelas, maka kehilangan itu bisa berarti kehilangan seseorang yang ingin kita hadirkan dalam hidup dan kehilangan kebahagiaan yang disematkan pada cinta orang lain.
......
Kehilangan itu konsekuensi dari hidup.
kita tak pasrah total menghadapi takdir hidup hanya karena itu tak bisa dihindari, setidaknya kita memperlambat perasaan yang lebih buruk bila kita tidak siap dan sigap dalam menjalani nya. kehilangan momen, barang, pekerjaan, kesehatan, keluarga, dan pasangan bagian dari konsekuensi hidup yang tak bisa dihindari. meskipun bentuk nya berbeda-beda, makna nya kita kehilangan pusat makna yang membuat kehidupan terasa berarti dan bahagia.
sesuatu pada dasarnya netral, kita kehilangan sesuatu karena awal nya kita mendapatkan sesuatu, jika kita tidak mendapatkan sesuatu maka kita tidak akan mengganggap itu sebagai 'hak milik". kehilangan itu bersumber dari perasaan memiliki karena melekat dengan pikiran, sebagai bentuk identitas bahwa itu 'bagian' dari kehidupan kita.
hal yang masih bisa kita nikmati dan berdayakan adalah sesuatu yang masih ada dan pemberian yang diperoleh tanpa usaha bakat alamiah, kesehatan, kelaurga, dan kebebasan dalam mengambil pilihan. sementara hal-hal lainnya yang diperoleh dengan usaha seperti barang, pendidikan, pekerjaan, dan pasangan adalah sesuatu yang harus disikapi dengan rasa penuh kehadiran.
kita hanya perlu meletakan segala sesuatu nya dengan rasa aman dengan pandangan bahwa sesuatu itu "titipan" adapun hal-hal yang belum kita dapatkan biarkan selebih nya sebagai hiasan yang menjadikan hidup terasa indah, nikmat, dan berbeda.
ketika kita akan berangkat lebih jauh, maka kita tidak terbebani oleh banyak beban kepemilikan, seperti seorang yang akan pergi dengan pesawat, menyiapkan diri nya dengan perbekalan yang pas di bandara, karena kelebihan muatan bisa memberatkan perjalanan.
Posting Komentar untuk "Kehilangan adalah sebuah kemungkinan"