Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Rahasia Kesedihan

Sunardi Isur · Pengajar☕

     Mengapa kita harus bersedih, menangis, kecewa, bahkan merasa gagal dalam kehidupan yang sudah diusahakan dengan baik? Bukankah setiap hal yang kita anggap baik harus nya memberikan ketenangan hati, membuat perasaan juga lebih baik. Namun seringkali, kenapa ada sesuatu yang cenderung membekas di dalam hati, seperti perasaan sedih dan gelisah.

 Kesedihan biasanya terjadi karena peristiwa-peristiwa duka, kehilangan, kerusakan, dan ketidaksesuaian pada apa yang seharusnya dianggap bernilai. Begitupun dengan kegelisahan, ia kadang muncul tanpa kita duga, sesuatu yang seolah mengganjal dalam ruang nafas yang terus mempersempit ruang hati. Kegelisahan muncul pada hal-hal yang kita inginkan namun belum didapatkan, melihat ketidaksempurnaan pada apa yang dimiliki, dan pada sesuatu yang biasanya belum kita tunaikan hak nya.

    Kesedihan dan kegelisahan sangat menyita ruang perhatian bukan hanya pada kondisi hati tapi juga pikiran. Kadang hati dan pikiran saling berkaitan, ketika pikiran berlayar pada badai kehidupan ruang hati menjadi sedikit terganggu, ketika merasa badai itu akan merampas hal berharga bagi kita timbullah kegelisahan, jika semua itu rusak lalu menghilangkan hal-hal berharga maka munculah kesedihan. Hal itu merupakan penyebab kesedihan dan kegelisahan yang bisa kita kenali asalnya. 

    Seseorang yang terlilit hutang tentu akan gelisah dalam hidup karena ia merasa terancam dengan tagihan hutang. Seseorang yang terbiasa ibadah tepat waktu ketika ia meninggalkannya maka ia gelisah karena ada sesuatu yang belum ditunaikan. Mereka yang terbiasa berkata jujur ketika berbohong maka ia akan merasa gelisah. Jika seseoarang terbiasa mendapat nilai yang baik namun tiba-tiba hasilnya tidak memuaskan maka itu bisa menyebabkan dirinya bersedih.

    Kesedihan dan kegelisahn bukan semata-mata ukuran rasa, tapi ia bisa menjadi kualitas moral  dalam menyikapi kehidupan sosial. Kesedihan dan kegelisahan akan selalu ada dan menyertai kita, bukan untuk melemahkan, tapi untuk mengoreksi jiwa bahwa ada sesuatu yang salah baik dalam diri kita ataupun orang lain. Bersedih karena melihat seseorang tidak hidup secara layak, bersedih melihat korban bencana, itu tanda dorongan moral agar kita bersikap empati dan kontribusi. Gelisah karena melihat penyimpangan, ketidakadilan, dan kejahatan bisa mendorong pikiran untuk mencari solusi. 

    Bila kita bersedih dan gelisah dengan pikiran yang lebih tenang, maka itu bisa membawa solusi. Namun bila hanya hati saja, tentu hanya berbuah emosi. Sedih dan gelisah hadir bukan hanya untuk dirasa, tapi juga untuk dikenali, dari mana arah serta penyebabnya, lalu ditemukan jalan keluarnya. Bila kita melakukan sesuatu yang membuat hati gelisah dan bersedih maka tinggalkan, karena itu bukan hal yang baik bagi kita. Kita punya hati sebagai ruang emosi dan pikiran sebagai ruang solusi. Kesedihan dan kegelisahan walaupun datang biasanya dari melakukan kesalahan, setidaknya hal itu menstimulasi jiwa untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, karena ia tahu dengan hal itu jiwa tidak merasa nyaman. Namun bila arahnya tidak dikenali, biarkan saja, barangkali itulah cara tuhan menegur kita, sebagai cambuk jiwa agar tidak lalai dalam melangkah. Merasa lemah bukanlah sikap payah, justru bentuk pengakuan bahwa kekuatan untuk mengatasi kesedihan datang dari Dzat yang juga selalu menyisipkan kebahagiaan.

Posting Komentar untuk "Rahasia Kesedihan"

🟢 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
🔔 Artikel selesai dibaca