Siapa yang ingin berubah menjadi lebih baik? saya pikir semua orang menginginkan hal itu, ada yang sudah berubah, ada yang sedang melakukan, bahkan ada yang sedang menunggu. Sebenarnya, apa sih berubah menjadi lebih baik itu? apakah berubah penampilan fisik? berubah dari bodoh jadi pinter? dari malas jadi disiplin? atau dari kebiasaan buruk menjadi lebih baik.
Siapa sih yang ngga terinspirasi dengan orang sukses? mereka yang berhasil jadi CEO di usia muda, tapi CEO beneran ya. Mereka yang masuk perguruan tinggi negeri impian, mereka yang menjadi influencer dengan kapasitas dan skill yang dimilikinya, dan mereka yang menurut kita valuable, dengan label "orang yang kita anggap keren ", terutama prestasi dan pencapaian dalam hidup nya.
Biasanya orang-orang valuable, succes, inspiring, dan so cool, itu akan memberikan motivasi baik sebagai pegangan hidup atau mendorong orang-orang terbangun hatinya untuk melakukan tindakan yang berarti. Sayangnya motivasi saja tidak cukup. Satu hal yang tidak disukai banyak orang itu kata "disiplin"
Disiplin itu lebih powerful dibanding sekadar kata-kata motivasi. Anyway, saya tidak akan membahas disiplin secara khusus pada topik ini, tapi sesuatu yang membuat kita selalu melakukan sesuatu, suka atau tidak, tapi bermanfaat dalam sebuah progres nyata dalam kehidupan.
Saya menyebut ini "Program". Untuk membangun karakter hebat dimulai dari kebiasan yang membuat kita tampak "hebat atau keren". Jika kita bertanya pada seorang hafiz (penghafal) Quran ada namanya murojaah (pengulangan), ia melakukannya terlepas terpaksa atau tidak yang jelas ia tetap melakukan hal itu sehingga menjadi penghafal al-Qur'an. Mindset seorang pelajar dengan segala prestasi, individu dengan pencapaian karir yang baik, pastinya juga tetap mengerjakan sesuatu terlepas dia merasa nyaman atau tidak, sehingga pekerjaan itu tetap selesai. Mereka telah melakukan suatu aktivitas-aktivitas tertentu bukan acak, melainkan sesuatu yang konsisten, bertahap, berkesinambungan, sehingga menciptakan lingkaran kebiasaan dan hal itu menjadi suatu aktivitas otomatis (bawah sadar) tanpa harus bertanya pada otak, apakah saya mau melakukannya atau tidak?
Serangkaian aktivitas yang dilakukan setiap hari itu disebut "program". Program merupakan bagian dari Menjalankan kebiasaan sehari-hari. Hanya saja program disini suatu aktivitas yang direncanakan, ditargetkan, dan dievaluasi, bahkan ditulis agar terasa progres dan kekurangan dari aktivitas tersebut.
Program setiap orang berbeda-beda tergantung tujuannya. Contoh program diet pada seorang wanita untuk memahami apa yang menyebabkan bertambahnya berat badan atau sebaliknya. Pengetahuan (motivasi) saja tidak cukup, harus ada langkah nyata yang jelas dan terencana, misalkan dengan melakukan senam atau pergi gym untuk membakar lemak, bisa juga lari pagi dengan target jarak tertentu setiap minggu. Aktivitas manusia tidak berdiri sendiri, harus didukung dengan aktivitas lainnya, misalkan setelah olahraga minum jus, bukan gorengan dan makan banyak, sama saja bohong dong.
Pada umumnya manusia memiliki beberapa aktivitas dasar, seperti tidur, bangun pagi, berangkat kerja/sekolah, pulang/saat di rumah, dan menuju kembali tidur. Maka disanalah program dibuat diantara aktivitas dasar tersebut. Faktanya kita telah membuat program sendiri tanpa sadar, misalkan bermain handphone sebelum tidur, bangun lebih siang, berangkat kerja dengan waktu yang sedikit, pulang kerja tanpa periksa bensin, membawa pekerjaan kantor ke rumah, dan sebagainya. Hal-hal yang terus dilakukan bisa menjadikan menciptakan pengalaman hidup yang lebih baik. Karenanya kia tak bisa secara acak menyelipkan waktu belajar, produktivitas, meditasi, persiapan barang, hanya menunggu mood baik pada waktu yang tidak ditentukan, karena otak bisa lelah dan lupa. Otak manusia terbiasa dengan pola, sehingga jika pola nya tidak dikenali (diluar rutinitas) akan cukup berat untuk merespon sebagai tindakan.
Anggaplah program-program itu memang dibuat sebagaimana dalam program olahraga. Jika Program olahrga pada umumnya melatih kekuatan otot dan fisik, maka program kehidupan melatih kekuatan otot syarat dan mental demi menjalankan kebiasaan yang positif.
Program diri perlu dibuat agar otak kita terbiasa mengenali informasi sehingga tidak ada perasaan lelah dan pertarungan mental saat kita melakukan aktivitas positif. Berapa banyak kata "saya akan melakukan " tanpa terwujud, karena otak tidak mengenali hal itu sebagai sistem yang menyatu, sehingga aktivitas-aktivitas yang baik belum terinstal dengan tepat yang menjadikannya tampak berat. Kebiasaan buruk lebih mudah dilakukan karena sudah terekam alam bawah sadar dan menjadi perilaku otomatis tanpa kita perlu berpikir untuk melakukannya.
Karenanya, membuat program untuk mengelola aktivitas harian, jika kebiasaan baik itu ingin konsisten dan tidak terasa berat, sepertinya perlu memetakan ulang aktivitas harian tersebut, menyisipkan pada aktivitas dasar agar berjalan otomatis. Program dalam hidup layaknya aplikasi dalam smartphone, jika sesuatu sudah berjalan dan terpasang sebagai bagian dari sistem, justru akan menciptakan notifikasi atau peringatan, bahwa ada program (aktivitas baik) yang belum dilakukan/ terlewatkan, biasanya jika sudah rutin dilakukan dan terbiasa, ada perasaan bersalah jika kita tidak melakukan hal-hal yang baik. Maka sebaliknya jika aktivitas buruk/jelek yang terus dilakukan maka kita tidak akan merasa bersalah, sehingga bayarannya ialah tidak adanya hadiah kebaikan untu masa depan.
Posting Komentar untuk "Buatlah Program untuk Kualitas Hidup Kamu."