Bermimpi itu boleh, apalagi jika sudah bermimpi indah rasanya bukan ingin bangkit, tapi hanya membuat kita tidur lagi. memiliki mimpi atau impian dapat membangkitkan harapan dan semangat dalam hidupm namun tanpa tekad, ambisi, dan rencana yang jelas, semua itu hanya mimpi, layaknya mimpi dalam tidur.
lalu apa bedanya mimpi yang hanya sebatas mimpi dengan mimpi yang bisa menjadi realita dalam hidup?
Dalam melihat masa depan seringkali bercampur dengan keinginan dan khayalan, serta beragam angan-angan. semua itu dapat menghibur diri dalam merencanakan sesuatu untuk dicapai, tapi tanpa tindakan yang jelas semua itu hanya membuat kita diam sambil menikmati ilusi perubahan dalam kepala. setiap impian tanpa tindakan hanya akan menjadi angan-angan, namun dengan tindakan maka kenyataan itu lebih bisa dirasakan.
Visi memberikan kita gambaran yang jelas tentang jalan keberhasilan yang ingin kita capai, seperti tujuan perjalanan yang dengan nya kita menggambarkan bahwa dalam perjalanan tersebut berharap kita bisa menjalaninya dengan baik, bahkan bisa menikmati kegiatan yang menggembirakan ketika sudah tiba ditujuan. selayaknya melakukan perjalanan, tentu harus diperhatikan perbekalan. perbekalan dalam hidup memberikan kita kekuatan fisik dan mental, sertai siap menghadapai ketidakpastian dan hambatan-hambatan dalam meraih keberhasilan. jika pun belum sampai pada tujuan, setidaknya tidak membuat kita mudah berbalik arah. kita tetap melakukan perjalanan, bahkan bila hasilnya belum pasti, setidaknya kita tidak berjudi yang hanya mengandalkan roda keberuntungan, kita bergerak melalui mesin ambisi, tekad, rencana yang matang, serta prinsip yang menemani kita agar tidak goyah dalam godaan kesenangan.
Lihatlah Visi Muhammad Al-fatih yang menaklukan konstantinopel benteng yang tak bisa ditembus selama seribu tahun, ia mempelajari segala nya dan mempersiapkan sesuatu dengan matang, sekalipun ada kekurangan, ia melihat dengan pandangan keyakinan bahwa dengan menaklukan konstantinopel, menaklukan wilayah lainnya akan lebih mudah dan membuat pasukan semakin percaya diri.
Lihatlah Jabal Thariq (Gibraltar) yang menaklukan pasukan visigoth tentara spanyol (andalusia) waktu itu, keyakinan nya membawa ia menyeberangi lautan dari afrika menuju daratan andalusia, dengan keyakinan, semangat, dan Visi perjuangan, dikabarkan ia membakar kapal-kapal pasukannya setelah mendarat agar tidak punya pilihan kembali atau memilih kematian terhormat. Keberhasilannya menaklukan tentara Visigoth membawa keberhasilan pada penaklukan wilayah hampir seluruh Semenanjung Iberia (spanyol, Portugal, sebagian kecil Prancis).
Seorang pemimpin tanpa visi, seperti seorang sopir yang tidak punya tujuan membingungkan penumpang. Begitupun dalam hidup kita, alangkah baiknya memiliki visi ke depan agar hidup tidak berjalan mengikuti kesia-siaan, kemalasan, kemunduran karena tidak mau belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Mereka yang memiliki visi menjadikan perkembangan zaman bukan sebagai musuh, tapi dorongan agar terus tumbuh dan berkembang dalam fase kehidupan.
Karenanya memiliki visi, seperti memiliki kompas, peta perjalanan, dan rute pelayaran, agar tidak diam ketika terombang-ambing dalam ombak perubahan zaman. kita hanya perlu membuat suatu target bahkan untuk hal-hal yang besar yang awalnya mungkin tampak mustahil untuk kita capai, justru dengan mengusahakan hal-hal besar itu membuat kita tidak mengecilkan potensi dalam diri kita, bahwa jiwa dengan tekad dan ambisi nya, bisa lebih besar jika terus menyalakan nya dengan impian-impian yang menggerakan.
maka pikirkanlah, jangan tanyakan pada diri kita yang sekarang apakah mau melakukan nya atau tidak, tapi tanyakan diri kita yang ada di masa depan, apakah ia meminta mu yang sekarang untuk memilih melakukan atau bermalas-malasan.
Posting Komentar untuk "Hidup tanpa Visi hanyalah sebuah mimpi"