Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Jika pada akhir nya kita tidak menjadi apa-apa

Sunardi Isur · Pengajar ☕
·
Ketika kekuatan usaha tidak mampu melompati pagar takdir

    Gairah hidup bisa membawa pada jalan yang sebelumnya tak ingin ditempuh, namun dengan semangat, harapan, dan impian jalan tersebut tampak memberikan semangat untuk dicapai, sekalipun pasti ada hambatan yang menyertainya.

    Ntah kenapa setiap rencana kehidupan yang kita anggap indah, baik, dan berarti dapat memberi kekuatan demi menjalani hari-hari yang lebih baik. Apalagi jika setiap impian itu tampak dekat seolah hadir di depan mata, seolah hari itu ingin diselesaikan secepat mungkin agar bisa menangkap momen hari selanjutnya. 

    Masa depan itu indah dalam bayang-bayang imajinasi dan asumis baik atas setiap harapan yang terwujud disana. Seolah setiap perjalanan yang melelahkan, usaha yang dilakukan, dan setiap tekad menekan hati demi keberhasilan hidup yang bisa dirayakan.

Jikapun rencana itu tidak terwujud?

    Mungkinkah semua itu akan berakhir begitu saja. Seolah semua hal, waktu hidup, dan rencana yang sudah disusun lenyap begitu saja tanpa ada lagi yang bisa dilakukan. Ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana, mungkinkah hidup ini dianggap gagal sehingga dipaksa menyerah untuk melanjutkan langkah?.

    Hidup selalu menawarkan kesempatan, ntah itu kesempatan pertama, kedua, atau satu-satunya hal terakhir yang bisa kita miliki untuk diusahakan. Bisa kah kita mendapaktan apa yang benar-benar menjadi harapan yang diperjuangkan, pendidikan, pekerjaan, dan pernikahan impian?. untuk setiap proses yang dijalani tentu saja kita menginginkan yang terbaik dalam hidup, hanya saja jangan selalu berharap lebih, menganggap bahwa semua harapan akan terpenuhi memenuhi segala imajinasi pikiran, justru hal tersebut membuka hal sebaliknya seperti kekecewaan, kebuntuan, dan kehilangan. Seolah semuanya tampak berarti apa-apa, ketika kita tidak bisa mendapatkan apa yang sudah diusahakan.

    Percayalah, hidup tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi memberikan kita pilihan untuk melihat sudut pandang lain dari setiap peristiwa yang dijalani. Ada peristiwa-peristiwa yang menumbuhkan manusia dengan cara-cara yang kadang kurang disukai, baik itu menjadikannya lebih dewasa, bijak, dan hati-hati dalam bertindak. Seolah semuanya menjadi hikmah ataupun sikap batin yang tidak bisa diperoleh dengan sekedar belajar pengetahuan saja. Kadang sikap hati yang stabil, kondisi batin yang tenang, pikiran yang sadar, terbentuk dari rantai peristiwa yang melucuti manusia dari ketidaknyaman, rasa sakit, penyesalan, dan ketidakberdayaan bahwa kita tak sepenuhnya mampu mengendalikan kehidupan yang dijalani.

Jika pada akhirnya,...
kita tidak berkuliah di perguruan tinggi negeri favorit,
kita tidak bekerja di perusahaan yang diimpikan, 
kita tidak menikah dengan seseorang yang didambakan,
kita tidak mendapatkan sesuatu apa yang sudah diusahakan,
Maka tetap jalani hidup dengan pikiran yang lebih jernih, merunduklah pada bentangan takdir yang terhampar luas, agar kita tidak tergulung oleh gelombang kesedihan karena ada sesuatu yang tidak bisa kita ubah, sesuatu yang bila kita biarkan berlalu akan menjadi sesuatu yang indah dari jauh manakala kita tak memiliki nya.

    Seperti keindahan lautan luas yang memberi ruang pandang yang lebih leluasa untuk melihat setiap ruang kehidupan yang lebih baik. kita menyaksikan sebagai pengamat kehidupan, penikmat alam, duduk sejenak, atau berdiri melihat keajaiban dari peristiwa-peristiwa yang tak selalu harus masuk akal, karena kita hadir dalam kehidupan untuk menikmati apa yang diciptakan, bukan selalu mengklaim kepemilikan setiap ruang dan objke yang ada di dunia ini.

    Justru ada hal-hal indah, baik, dan bermanfaat yang datang dan mungkin tidak kita sadari bahwa banyak hal baik telah berpihak pada kita, hanya karena kita terlalu fokus meratapi nasib yang seharusnya impian dan harapan itu cukup dibiarkan lewat dalam lintasan pikiran kita.

Jika Pada Akhirnya

    Belum menjadi apa-apa, janganlah gusar hanya karena itu tidak menjadi bagian dari kehidupan yang dibayangkan. Hidup dalam bayang-bayang memang indah, namun larut dalam harapan tak bertepi sama membiarkan diri berjalan ke tengah lautan hanya karena ingin melihat daratan ditempat lainnya.

    Semuanya sudah tertakar dan tidak akan tertukar, seringkali kenikmatan itu hadir saat kita memiliki rasa cukup dan menghargai pemberian yang sudah ada. Adapun pada apa-apa yang tidak bisa dimiliki, adalah suatu cara meringankan langkah hidup, supaya kita sadar bahwasanya hidup telah memberi banyak hal, semakin banyak kita ingin memiliki, semakin sedikit yang kita dapatkan.

Posting Komentar untuk "Jika pada akhir nya kita tidak menjadi apa-apa"

🟢 WA
Insight
Reading Preferences
Ukuran teks Sedang
Jarak baris Nyaman
Lebar bacaan Sedang
Jenis font Georgia
Tema artikel Editorial
Suara naratorBahasa Indonesia
Karakter suaraLembut
Kecepatan narasi1×
Perubahan suara, karakter, dan kecepatan berlaku mulai paragraf berikutnya.
☀️ 0%
🔔 Artikel selesai dibaca
\n\n Tekan Enter atau Spasi saat notifikasi difokuskan untuk memperbesar atau meringkas. Tekan Escape untuk menutup notifikasi.