Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang kita Bercerita

Berhenti beralasan atas hal yang bisa dilakukan

Sunardi Isur · Pengajar☕
·
Banyak kebaikan & perbaikan yang tidak dilakukan karena suatu alasan penundaaan.


 Nanti saja, kalau mood sudah oke. Tunggu kalo timing nya pas, lagian santai dulu juga gapapa. Ah sebentar doang, paling nanti juga selesai. 

 Kalimat-kalimat tersebut sering jadi penghibur diri ketika enggan melakukan sesuatu. Semua itu berasal dari pola pikir - bahwa menunda apa yang seharusnya dilakukan dapat memberi ketenangan, namun sebenarnya mengundang lebih banyak kekhawatiran. 

 Pola pikir bahwa menunda pekerjaan dengan alasan menunggu waktu yang tepat membuat kita lebih produktif. Faktanya, waktu yang lebih pas hanya masalah alasan kombinasi psikologis dan biologis, bisa karena butuh fokus dan energi untuk bekerja. 

 Alasan psikologis dan biologis memicu reaksi atas sesuatu yang bisa dikerjakan tanpa memerlukan pertimbangan yang kompleks. Kemauan untuk merapikan barang, membersihkan ruang, membaca buku, berlatih bahasa asing, mencari ide, dan sekedar mempersiapkan hal lebih baik untuk hari esok. Sering bertemu dengan rasa capek, ngantuk, lapar, kurang ngopi, cuaca panas, lingkungan bising, dan stress. Hal-hal tersebut memicu kemalasan untuk melakukan sesuatu yang berguna meskipun sederhana.

  Suatu pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan pada waktunya harus tertunda karena energi energinya dihabiskan pada sesuatu yang tidak produktif. Jika pekerjaan selesai maka kompensasi untuk hiburan, santai, ngopi, ataupun diskusi ringan menjadi lebih nyaman karena tidak ada beban mental yang muncul atas tugas-tugas yang tertunda.

 Banyak yang tidak sadar, bahwa menyelesaikan sesuatu pekerjaaan hari ini dapat meredakan rasa payah esok hari, jika menunda hingga besok dan lusa maka rasa payah akan tetap ada. Sekalipun ada rasa lega sementara namun itu hanya mengundang kekhawatiran lebih banyak lagi. Berapa banyak kata "nanti" padahal itu sudah cukup membatasi akses diri - untuk melakukan kebaikan dan perbaikan.

 Jika pekerjaan utama dengan segala persiapan dan penyelesaian menjadi prioritas utama. Maka membaca buku, berlatih bahasa asing, berolahraga, meditasi, ataupun menjalani program yang sudah dibuat bisa mendorong pada situasi nyaman & rasa berharga. Sehingga pekerjaan utama tuntas & pekerjaan lainnya bisa dilakukan dengan fokus yang baik.

 Kebaikan hidup & perubahan tidak harus menunggu kondisi lingkungan yang sempurna. Manajemen hidup adalah tanggung jawab pribadi yang dilakukan secara sadar. Ketika rasa nyaman dan tenang telah didapatkan atas kewajiban yang diutamakan, maka sejatinya seseorang telah menciptakan ruang ketenangan bagi masa depan.

Jadi, berhenti mencari alasan atas hal yang bisa dilakukan pada waktu tersebut. Demi terbukanya pintu kebiakan, agar peluang kebaikan sebagai langkah kecil investasi masa depan tidak disia-siakan. Karena akan tiba suatu masa saat  ingin melakukan namun tidak ada lagi kesempatan, namun ketika pun ada kesempatan tidak ada kemampuan lagi untuk memperbaikinya.

#Semangat πŸ’–

Posting Komentar untuk "Berhenti beralasan atas hal yang bisa dilakukan"

🟒 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
πŸ”” Artikel selesai dibaca