Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang kita Bercerita

Memahami ketidakaturan hidup dalam sudut pandang entropi

Sunardi Isur · Pengajar☕
·
Cara sains menjelaskan Fenomena ketidakaturan dalam kehidupan.

Saat kita bangun dari tidur, apakah ada yang berniat untuk melakukan kesalahan dan keburukan ?

    Sepertinya lebih banyak manusia menginginkan bahwa hari itu indah, baik, dan teratur dibanding kekacauan. Kenyataannya apakah semua itu bisa terealisasi atau hanya momen tertentu saja. Manusia hidup dalam garis waktu yang bergerak maju, berdasarkan sudut pandang mekanistik atau gerak suatu benda, maka  waktu dihubungkan dalam bentuk pergerakan benda baik di sekitar atau tata surya.

    Mengapa demikian? karena apa yang disebut satu hari hanyalah bentuk perjalanan matahari yang memengaruhi siang dan malam dibumi. Begitu sekali terjadi, maka siklus berikut nya dinamakan esok, lusa, dan seterusnya. Waktu digambarkan seperti panah yang melesat maju, tak bisa bergerak mundur, seperti hari kemarin yang hanya terkenang dalam pikiran.

Apa itu waktu?

    Dalam perkembangan nya dalam sudt pandang sains, waktu muncul bersama dengan terciptanya ruang yang terus meluas setelah fenomena Big Bang. Benda-benda dalam skala besar meluas menciptakan ruang,  di sanalah konsep waktu mulai muncul. Benda-benda tadi berkumpul menciptakan sebuah alam raya yang dikenal dengan posisi nya masing-masing sehingga kita melihat nya dalam keteraturan.

    Bumi sebagai Planet memiliki matahari yang menjadi pusat peredaran tata surya. Rotasi bumi & revolusinya terhadap matahari, dapat menjadi patokan waktu yang disebut siklus harian dan tahunan.Waktu adalah bagian ruang kehidupan yang manusia pahami adanya melalui suatu gerak alam semesta.

    Tanpa mengabaikan satuan waktu lainya dalam skala mikro atau jam atom, tentunya belum ada definisi yang tepat mengenai waktu itu sendiri. Setidaknyadalam konteks sains, waktu selalu dihubungkan dengan konsep materi, energi, cahaya, dan Jarak. 

Keteraturan dan ketidakaturan

    Alam semesta ini berjalan teratur dalam skala makrokosmos, semuanya berjalan dengan sistem yang rapih dan terukur. Sebaliknya pada tingkat mikrokosmos menunjukan bahwa kehidupan yang berjalan selalu bergerak dari keteraturan menuju ketidakaturan. 

    Jika secara tidak sengaja seseorang menjatuhkan gelas kaca, maka yang terjadi gelas itu pecah dan tidak kembali ke wujud semula. Jika sebuah mobil dibiarkan diam di lapangan terbuka dalam waktu yang sangat lama maka akan muncul debu hingga berkarat. Seolah kehidupan manusia yang diharapakan berjalan teratur perlu bertemu dengan sifat ketidakaturan dunia materi yang memiliki hukumn ya sendiri, yaitu Entropi.

Sumber Gambar : Gemini AI

    Semakin acak keadaan molekul sistem, semakin besar entropi. Uap air, yang bergerak cepat dan acak, memiliki entropi lebih tinggi daripada es, yang memiliki kerapatan molekul tinggi dan sulit bergerak. Konsep entropi terkait erat dengan aliran panas awal. Ketika  gas dipanaskan, ia menerima panas dan entropinya meningkat seiring dengan meningkatnya pergerakan molekul.

Hukum itu bernama Entropi

    Entropi adalah kecenderungan setiap benda yang selalu menuju ketidakteraturan atau kerusakan, jika tidak ada energi yang menjaga dan mempertahankan keteraturan itu. Fenomena ini sebetulnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Makna entropi bukan suatu kondisi mutlak sebagaimana terjadinya pergerseran pemahaman manusia mengenai hukum gravitasi, dari Newtonian kepada Relativitas Einstein.

Ilustrasi Bola Billiard
Sumber Gambar : Giphy.com

    Jika melihat video yang menampilkan posisi bola billiard bergerak lalu bertabrakan secara acak,  disebabakna dorongan yang kuat, maka bola tersebut mengalami kondisi laju. 

    Dalam konteks zat penyusun bola billiard yaitu atom-atom, kondisi tersebut terjadi karena  mengikuti aturan fisika yang menciptakan probabilitas. Adanya perpindahan laju dari bola pertama kepada bola kedua berdasarkan hukum kekalan energi. Bola billiard yang sudah tersusun kemudian bergerak menuju ketidakaturan, menurut posisi pengamat. Sebenarnya, bola billiard sedang menciptakan keseimbangan energi. Seperti es beku yang mencair karena suhu panas, manusia melihatnya sebagai kehancuran/peleburan es, padahal itu hanya perpindahan energi.

    Entropi bukan hukum absolut, tetapi sesuatu yang dapat memengaruhi cara benda hingga manusia menyusun zat nya. Kondisi tubuh manusia yang menua pada tingkat sel pun ikut melambat, lalu perlahan bergerak mati lalu tumbuh sel lainnya. Mobil yang dimilik akan rusak, badan yang dimiliki akan sakit, apa yang dimiliki di dunia akan lenyap. Manusia melihat nya sebagai kehancuran, namun fisika memahaminya sebagai siklus energi.

    Entropi bekerja berdasarkan hukum termodinamika. Hukum termodinamika adalah prinsip dasar fisika yang menjelaskan perpindahan energi panas, kerja, dan entropi dalam suatu sistem. Konsep ini sangat melekat pada Hukum Termodinamika Kedua, yang menyatakan bahwa setiap proses alami atau spontan dalam sistem tertutup akan selalu meningkatkan total entropi alam semesta. Beberapa contoh sederhana mengenai termodinamika II bekerja saat melihat Es Beku yang mencair, Kopi panas yang berubah dingin, dan mesin kendaraan yang sebagian berubah menjadi energi panas yang terbuang ke lingkungan melalui knalpot.

    Energi bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, baik secara alami atau buatan manusia. Termodinamika merupakan ilmu energi yang mendalami mengenai hubungan antara panas, kerja, entropi, dan kesepontanan proses (Fatiatun et al., 2022). S

Implikasi atas waktu dan hidup itu sendiri.

    Jika sudah melihat gelas hancur, hal itu tak bisa dikembalikan pada keadaan semula. Kecuali meleburnya kembali pada suhu panas untuk dibentuk ulang. Bunyi hukum termodinamika 2 adalah "Kalor mengalir secara spontan dari benda bertemperatur lebih tinggi ke benda bertemperatur lebih rendah, tetapi tidak sebaliknya, kecuali pada kedua benda tersebut dilakukan pemaksaan dengan usaha luar."

    Persoalannya, kehidupan berjalan mengikuti garis waktu yang maju, mengikuti sifat materi dunia yang berjalan sesuai hukumnya. 

    Seseorang melihat jalanan retak padahal itu cara tanah menstabilkan struktur dan kekuatannya. Begitupun saat terjadi gempa yang menghancurkan, sebenarnya itu cara bumi menjaga keseimbangan lempeng bumi. Begitulah kehidupan berjalan, bukan menurut kehendak pikiran melainkan sebuah mekanisme alamiah dalam mengatur keseimbangan. 

     Fenomena ini juga terjadi pada manusia. Secara alami, siapapun selalu punya kecenderungan lembam. Mager, males untuk bergerak. Termasuk juga kecenderungan untuk tidak berubah. Alam semesta pada tingkat makro dan mikro terus bergerak, semua mengikuti hukum alam yang ditakdirkan. Kondisi tersebut menuntut manusia mengikuti ritme alam, setidaknya untuk keluar dari zona yang membuatnya stagnan. Seperti besi yang dibiarkan terus menerus akan berkarat, air yang tidak mengalir akan keruh, dan barang yang tidak digunakan akan berdebu.

    Ya, hidup pada dasarnya adalah perlawanan terhadap entropi. Ketika seseorang berhenti bergerak, sebetulnya Ia sedang merosot pelan-pelan, bukan sedang mempertahankan posisi. Sebagaimana ketika kita berhenti belajar, otak pun akan beku. Begitulah hukum pertumbuhan, berhenti tumbuh dan berkembang berarti bergerak menuju ketidakaturan (kekacauan) dalam hidup.

***

Referensi

Posting Komentar untuk "Memahami ketidakaturan hidup dalam sudut pandang entropi"

🟒 WA
Insight

harap tunggu sebentar :)

☀️ 0%
πŸ”” Artikel selesai dibaca