apa yang paling diharapkan dari sebuah usaha yang panjang kalau bukan keberhasilan, namun apa jadinya bila keberhasilan bukan menjadi bagian akhir dari usaha panjang tersebut. apakah kita mau tetap melakukan sesuatu atau memilih meninggalkannya.
Pepatah Rusia mengatakan bahwa saat pohon tumbang orang-orang akan mendengarnya namun saat pohon tumbuh manusia tidak bisa mendengarnya.
seringkali pertumbuhan sebagai manusia harus diukur dari sesuatu yang mengahsilkan seperti pohon yang wajib menghasilkan buah. namun sayangnya, tidak semua pohon diciptakan untuk menunjukan buahnya, bahkan pohon-pohon besar seperti ulin, kiara, dan meranti lebih banyak menghasilkan kehidupan lainnya seperti cadangan oksigen dan air bersih.
Hidup pada dasarnya perjalanan menuju kemajuan, setidaknya berproses dan berporgres. pertumbuhan dan kemajuan selalu diukur pada hal-hal yang sebenarnya tidak pernah menjawab kepuasan bagi manusia. Perasaan untuk selalu diakui dan unggul. Manusia belajar, bekerja, dan bergerak atas sesuatu untuk membuktikan bahwa dirinya manusia yang layak untuk mendapat sesuatu. sesuatu itu dikaitkan pada hal-hal seperti prestasi, gaji, kesejahteraan, dan hak-hak kehidupan.
Apa yang diharapkan ketika kita diminta untuk belajar, bekerja, dan berdoa ?
satu-satunya harapan itu ialah "Kepastian yang memuaskan". Makna dari kepastian yang memuaskan bisa berarti sesuatu yang kita anggap layak dan terbaik demi memberi rasa puas bagi hati. Kita secara gamblang menginginkan hasil dari usaha tersebut dalam bentuk nilai yang bagus, upah yang tinggi, ataupun terkabulnya doa. Ada banyak variabel yang tidak kita sadari saat proses belajar, bekerja, ataupun saat berdoa. Kondisi hati, pola pikir, lingkungan, dan sumber daya dapat menjadi variabel lain dari usaha dan proses kerja yang dilakukan. semakin baik variablenya maka akan semakin tinggi peluang keberhasilan itu terwujud, meskipun tidak ada jaminan kepuasan atas hasil yang diharapkan, setidkanya dapat mengobati perjuangan yang dilakukan.
Kata Usaha selalu diasosiakan dengan Hasil. Jika semakin baik dalam berusaha maka semakin cepat untuk berhasil. Mekanisme dunia tidak selalu berjalan dalam hukum sebab-akibat bahkan tidak selalu berjalan secara linier. Seperti layaknya seorang yang menginginkan buah diatas pohon dengan beragam alat yang digunakan, baik dengan tangga, galah, ketapel, ataupun memanjat langsung, semua itu pilihan usaha untuk mendapatkan buah yang diinginkan. hal tersebut lebih menguntungkan dibandingkan hanya menunggu buah itu jatuh dari pohonnya. Jadi usaha itu bukan hanya mempercepat peluang namun juga mempersingkat waktu agar cepat sampai pada tujuan.
Alih-alih sampai tujuan, kita dihadapkan pada realita yang tidak sesuai harapan. Hadiah sebagai hasil dari jerih payah lomba seringkali bentuknya tidak sesuai yang diharapkan. Bayaran dari suatu pekerjaan juga tidak memberikan jawaban dari pengorbanan waktu dan dedikasi yang ditujukan. Jadi, bukan hanya orang yang gagal saja yang bisa kecewa melainkan mereka yang mengharapkan sesuatu dari usaha yang sungguh-sungguh namun tidak diimbangi kepuasan dalam hati.
Ketika Hasil bukan yang Utama, melainkan Tujuan dari setiap usaha
Ada salah satu kutipan yang cukup bagus dari Margaret L. Runbeck :
Kebahagiaan bukanlah titik dimana kita tiba, melainkan cara kita melakukan perjalanan.
Kalimat tersebut cukup bermakna ketika dunia dan orang-orang didalamnya berhasil menunjukan pencapaian yang bisa dilihat baik di media sosial ataupun dalam kehidupan nyata. Sementara kita yang berusaha sebaik mungkin seolah belum menerima hasilnya.
Semua ini tentang cara kita memahami proses diri dan bagaimana kita ingin menjalaninya. bisakah semua hal yang kita lihat, inginkan, dan harapkan semua itu terwujud langsung sekejap mata, jikapun kitam memiliki semuanya mampukah itu memberi kepuasan hati untuk selamanya.
Tugas kita ialah melakukan yang terbaik sesuai apa yang diperintahkan. Bukan sekedar bekerja lalu selesai tetapi memahami dampak dari pekerjaan yang dilakukan apakah itu memberi manfaat atau merugikan orang lain. Begitupun dalam proses belajar dan berlatih, tujuan sebenarnya mungkin prestasi, namun untuk mencapai hal itu ada pengorbanan lebih. alih-alih menjadikan prestasi sebagai tujuan utama, justru menjadikan proses belajar dan berlatih membentuk mental juara - sehingga tercapailah manusia unggul. Jika sudah memiliki mental juara maka siap menghadapai kompetisi apapun maka dengan mudah menjadikan prestasi sebagai bukti pendukung bahwa kita sebagai manusia yang unggul dan layak untuk diapresiasi.
Maka, lakukanlah bagian dari kewajiban sebagai jalan mengasah karakter, menambah nilai diri (value), dan meningkatkan kompetensi. Ada proses-proses dalam kehidupan yang tidak bisa kita hindari, justru harus dilalui seperti belajar dan ujian, bekerja dan bertanggung jawab, menjalankan kewajiban dan menunaikan hak orang lain, karenanya kita hanya perlu melakukan yang terbaik semampu yang kita bisa. jangan sampai kita baru benar-benar melakukannya untuk hal terbaik dalam kehidupan sementara kita sudah terlambat menua dan tidak lagi memiliki kemampuan.
Hingga kita melihat hasilnya baik dalam bentuk kepuasan diri karena sudah melakukan sesautu dengan benar, ataupun dalam bentuk penghargaan-penghargaan yang menurut sudut pandang orang lain yang bisa mereka lakukan.
Do The Best, Take The Rest. Pada akhirnya kita hanya perlu berhasil menjadi "sebaik-baik manusia" lalu "berdamai dengan hasil" terlepas seperti apa akhirnya, namun kita tidak melakukan hal yang sia-sia selama bisa mengusahakannya.
Posting Komentar untuk "Do The Best, Take The Rest"