Selamat Datang
Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita *** Selamat Datang - Ruang Kita Bercerita

Hidup Sehat, Sebuah Manfaat Tanpa Bergantung Pada Obat

Sunardi Isur · Pengajar☕
·
Gaya hidup sehat sebenarnya obat sehat itu sendiri.

Hidup sehat itu impian semua orang, karena tidak semua orang sedang dalam kondisi sehat. Kesehatan adalah anugerah yang jarang disyukuri, nikmat yang baru terasa nilainya justru ketika sakit datang menghampiri. 

Hidup Sehat Sebagai Nikmat

Jika tubuh sedang sehat, berjanjilah untuk menjaganya. Kebiasaan yang dilakukan dalam rangka hidup sehat sebenarnya adalah bentuk lain dari "doa yang kita ulang-ulang di bawah sadar". Menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia sehat, dengan cara menjalani hidup sebaik-baiknya. Caranya bisa melalui ibadah, bekerja dengan giat, dan menjauhi hal-hal yang merusak diri.

Kesehatan badan bisa didukung melalui konsumsi buah dan sayur, serta olahraga yang teratur. Sementara kesehatan pikiran dan jiwa ditopang dengan meditasi, ibadah, membaca buku, menulis, dan membiasakan diri menjadi pribadi yang baik (arete -keutamaan diri dalam filsafat Yunani).

Memang, semua usaha itu tidak menjamin kepastian. Kita selalu berusaha menjalani kehidupan yang seimbang dan layak. Kesehatan bisa menjadi pondasi dalam meraih kebahagiaan. Kebahagiaan tidak selalu bergantung pada tubuh yang sehat, tetapi hampir semua orang sepakat bahwa menjalani aktivitas dalam kondisi sehat jauh lebih nikmat dibanding saat sakit. Tubuh yang sehat bukan sekedar membuat kita lebih giat dan bersemangat, tetapi juga mendorong jiwa agar lebih produktif, proaktif, dan kolaboratif.

Sakit itu memang ujian. Dengan tubuh yang sakit, manusia bisa merasa lemah dan dari sanalah kadang muncul kesadaran untuk tidak sombong dengan kesehatannya. Sebagian penyakit memang bisa menjadi konsekuensi dari kebiasaan yang mengabaikan kesehatan. Namun tidak sedikit pula yang datang tanpa diundang: penyakit autoimun, genetik, infeksi, bahkan kecelakaan, termasuk hal-hal yang tidak bisa dihindari hanya dengan gaya hidup sehat sekalipun. Secara umum, sakit badan bisa dipicu oleh tiga hal: makanan, pikiran, dan lingkungan.

Pola makan yang buruk merupakan salah satu faktor penting yang meningkatkan risiko berbagai penyakit. Makan sembarangan, jika tidak bisa dicerna tubuh dengan baik, bisa memicu gangguan yang awalnya tampak sepele. Tubuh manusia memiliki mekanisme biologis yang memberikan sinyal ketika terjadi gangguan berupa rasa nyeri, lelah, mual, atau ketidaknyamanan tertentu. Jika sinyal itu disadari dan ditanggapi, penanganannya bisa lebih mudah. Jika diabaikan, risikonya bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Dalam tubuh manusia pun dapat terjadi perubahan sel yang abnormal. Risiko berkembangnya kanker dipengaruhi oleh banyak faktor: genetik, kebiasaan merokok, pola makan, paparan zat berbahaya, dan lingkungan. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, begadang, atau bekerja terlalu ekstrem bisa melemahkan daya tahan tubuh secara perlahan. Siapa pun bisa sakit, namun seberapa besar peluangnya sangat bergantung pada sejauh mana seseorang menjaga gaya hidupnya. 

Ibnu Sina memiliki pendekatan kesehatan yang menekankan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan gaya hidup. Prinsip ini berfokus pada upaya menjaga kesehatan secara alami melalui pola makan, kebiasaan hidup, serta pengelolaan kondisi emosional. Salah satu teori kesehatan yang sangat terkenal baik di Barat maupun di Timur adalah bahwa sakit tidak melulu disebakan oleh lemahnya fisik tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi kejiwaan yang lemah. Salah satu ungkapan Ibnu Sina yang terkenal adalah : kepanikan separuh penyakit, ketenangan separuh obat, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan. 

Kutipan tersebut bukanlah referensi ilmiah melainkan cara pandang Ibnu sina dalam memandang kesehatan secara holisitik. Dalam pandangan Ibnu Sina, pikiran yang menjadi bagian dari jiwa juga memengaruhi badan. Berdasarkan proposisi medisnya, Ibnu Sina menyatakan bahwa orang yang sakit fisik, hanya dengan kekuatan kemauan untuk sembuh ia dapat sehat. Begitupula sebaliknya, orang yang sehat akan benar-benar sakit apabila terpengaruh oleh pikirannya bahwa ia sedang sakit.


Gaya Hidup Sehat: Khasiat Tanpa (Selalu) Bergantung pada Obat

Lalu, bagaimana jika tubuh sakit? Tentu yang pertama terlintas adalah obat, baik alami maupun kimiawi. Keduanya bisa bermanfaat, asal dengan porsi yang tepat. Namun jika digunakan terus-menerus, ada baiknya kita bertanya pada hati dan ginjal kita sendiri: mampukah organ-organ ini mereduksi efek kimia obat dalam jangka panjang? Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis, tidak sesuai indikasi, atau tanpa pengawasan yang tepat dapat menimbulkan efek samping pada organ tubuh lainnya.

Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa sakit ringan yang berlangsung singkat harus selalu diasosiasikan dengan minum obat? Sakit kepala sedikit, langsung minum pereda nyeri. Lelah setelah beraktivitas, langsung konsumsi suplemen. Tidak bisa tidur, bergantung pada obat tidur.

Kebiasaan seperti ini, jika terus diulang, bisa menimbulkan efek ketergantungan. Kondisi tersebut tidak sekedar kondisi fisik melainkan bisa dipicu oleh kondisi tubuh yang menurun, hormon yang tidak stabil, gangguan emosional, ketegangan, atau kondisi mental tertentu. Pilihan yang lebih tepat adalah memahami mengapa gejala itu terus terjadi, lalu mengenali pola kebiasaan hidup yang mendasarinya. Berkonsultasi dengan dokter dan meminta diagnosis yang tepat tetap menjadi saran terbaik.

Setelah aktivitas berat, misalnya, rasa nyeri yang muncul belum tentu pertanda sakit yang harus segera diobati. Hal itu karena reaksi otot yang bekerja melampaui batas normalnya dan tubuh bisa pulih sendiri dengan istirahat yang cukup atau tidur lebih panjang. Kebiasaan olahraga yang seharusnya menyehatkan malah kerap berujung pada suplemen dalam jumlah berlebihan. Demikian pula saat malam hari ketika waktunya tidur, ya tidurlah. Bukan ditunda dengan minum kopi kecuali konteks nya kerja shift malam. 

Saat sakit kepala, flu ringan, atau demam, apakah harus langsung minum obat? Belum tentuSeperti Demam/nyeri itu sebenarnya alarm sistem imun yang sedang bekerja. Rasa sakit itu muncul sebagai reaksi tubuh, dan obat hanyalah satu dari sekian cara meresponsnya. Ada cara lain yang bisa dicoba terlebih dahulu: terapi, pijat, air hangat, istirahat cukup, meditasi, obat herbal, bahkan bagi yang percaya, bisa dengan istighfar dan melatih ketenangan batin.

Pada beberapa kondisi ringan, faktor psikologis seperti rasa tenang dan keyakinan terhadap proses penyembuhan juga dapat berperan dalam perbaikan gejala. Penulis tidak meremehkan peran obat  karena penulis percaya bahwa  obat dalam kadar yang tepat bisa menjadi sarana kesembuhan yang nyata. Minumlah obat sesuai resep dan anjuran dokter. Kekhawatiran penulis tertuju pada mereka yang hidupnya masih normal dan sehat sementara belum tahap kritis atau fase pemulihan, tapi sudah sangat bergantung pada suplemen dan obat-obatan.


Mencegah lebih baik daripada mengobati

Kesehatan adalah bagian dari kehidupan yang harus disyukuri dan dijaga. Pondasinya ada pada gaya hidup kita sendiri. Beraktivitas secara sederhana, menikmati alam, menghirup udara segar, minum air yang jernih, berjemur di bawah cahaya matahari,  semua itu, bila dipadukan dengan meditasi, membaca buku, dan waktu untuk benar-benar rileks, dapat membantu menjaga kesehatan lahir dan batin.

***
Referensi
  • Efek Plasebo: Fakta Ilmiah Dibalik Penyembuhan Tanpa Obat
  • Ibnu Sina: Pondasi Ilmu Kesehatan dan Psikologi Modern
  • Jurnal Systematic Literature Review - Efek Samping Obat Pada Kesehatan Tubuh.Pdf
  • Mengenal Lebih Dekat Suplemen Makanan: Manfaat, Risiko, dan Cara Konsumsi yang Bijak
  • Thibbunnabawi - Kedokteran Ala Nabi
  • 2 komentar untuk "Hidup Sehat, Sebuah Manfaat Tanpa Bergantung Pada Obat"

    1. Suka bgttt cara penulis ngegabungin konsep filsafat Arete dan pemikiran Ibnu Sina ke dalam topik kesehatan. Kerasa bgt dapet ruang pikirnya, g sperti kebnykan artikel lain yg kaku

      BalasHapus
    2. Ehh dikomen oleh geraks, sudah lama tidak mendengar kabar nyaa 😃 Makasihh , & CMIIW

      BalasHapus
    🟢 WA
    Insight

    harap tunggu sebentar :)

    ☀️ 0%
    🔔 Artikel selesai dibaca